Sekolah Rakyat Kayangan 21% Selesai, Target 20 Juni 2026 dari Pemerintah
Gambar atau konten salah?
Di Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, pembangunan Sekolah Rakyat masih berada pada tahap awal. Hingga saat ini, 21 % dari 28 gedung telah selesai, menandakan bahwa proyek ini masih jauh dari selesai.
Proyek ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah Presiden Prabowo Subianto. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp 241 miliar. Pembangunan diharapkan rampung pada 20 Juni 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Pengawas Pembangunan Sekolah Rakyat dari Kementerian Pekerjaan Umum, Arahman, menjelaskan strategi percepatan. Ia mengatakan, “Salah satunya penambahan mandor untuk memperbanyak jumlah tenaga kerja yang kita perbanyak agar semua masing-masing bangunan itu bisa sesuai target yang terschedule.”
Menurut Arahman, meski progres masih di 21 %, ia yakin semua bangunan dapat selesai tepat waktu. Ia menegaskan, “Mudahan bisa selesai 20 Juni. Jadi untuk percepatan itu kita upayakan di masing-masing bangunan itu kita perbanyak tenaga kerjanya di situ.”
Jumlah tenaga kerja saat ini sekitar 837 orang. Untuk mencapai target, tambahan 363 pekerja diperlukan, sehingga total tenaga kerja akan mencapai 1 200 orang. Ia menambahkan, “Karena kita butuh sekitar 1 200 orang pekerja, sementara baru 837 orang. Nah kita upayakan bertahap masuk untuk penambahan.”
Proyek ini dijalankan 24 jam sehari dengan sistem shift. Beberapa gedung sedang dalam proses pengecoran, termasuk SD, SMP, SMA, asrama SD, asrama SMP, kantin, dan rusun guru. Semua fasilitas dibangun bersamaan, termasuk lapangan mini soccer dan guesthouse.
Fasilitas lengkap ini dirancang untuk menampung 1 080 siswa dari semua jenjang, mulai SD hingga SMA. Bangunan berdiri di atas lahan seluas 2,8 ha di tengah area 6,7 hektar.
Untuk ketahanan struktural, semua gedung menggunakan sistem anti gempa. Lombok Utara pernah diguncang gempa 7,0 magnitudo pada tahun 2018. Arahman menjelaskan, “Untuk memang sudah kita pakai sistem tahan gempa yang kita kerjakan saat ini. Secara perhitungan sudah aman meskipun berjarak 100 meter dari tepi pantai.” Ia menambahkan, “Secara perencanaan, pembangunan seluruh gedung sekolah rakyat pertama di NTB ini telah dihitung bisa tahan gempa berkekuatan 8 skala Richter.”
Arahman juga menyatakan belum ada kendala berarti dalam proses pembangunan. Namun, pengadaan material masih memerlukan perencanaan jauh-jauh hari. Ia mengatakan, “Karena sekolah rakyat ini secara keseluruhan serentak pengerjaannya. Artinya dari sisi material‑material yang sifatnya semua sekolah rakyat membutuhkan itu mungkin di situ saja sih kendala. Karena ada yang didatangkan dari Surabaya untuk material‑material yang jenisnya sama dengan sekolah rakyat yang lainnya.”
Proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan pendidikan di daerah terpencil, dengan penekanan pada ketahanan struktural dan efisiensi tenaga kerja. Dengan strategi penambahan mandor, sistem shift 24 jam, dan perencanaan anti gempa, target selesai pada 20 Juni 2026 tampak terjangkau meski masih memerlukan tambahan tenaga kerja dan material.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
