SFT 2025: Gesti Talk AI Membantu Teman Tuli Berkomunikasi
Gambar atau konten salah?
Program Samsung Solve for Tomorrow 2026 akan menutup pendaftaran pada tanggal 29 Mei 2026. Seiring akhir periode pendaftaran, Samsung menampilkan kisah inspiratif alumni SFT 2025 yang berhasil menciptakan teknologi AI untuk membantu teman tuli berkomunikasi lebih mudah.
Inovasi tersebut berasal dari tim KYGB, yang terdiri dari empat mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutera: Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys. Mereka mengembangkan aplikasi bernama Gesti Talk, sebuah sistem berbasis Artificial Intelligence dan Computer Vision yang dapat menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) menjadi teks atau suara secara real‑time melalui kamera smartphone.
Ide pembuatan Gesti Talk muncul dari kepedulian mereka terhadap keterbatasan akses interpreter bahasa isyarat di masyarakat. Tim KYGB melihat masih banyak teman tuli yang kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan sehari‑hari karena minimnya penerjemah yang mudah diakses. Dari seminar tentang inklusivitas itu kami mulai berpikir, bagaimana kalau teman‑teman tuli bisa punya akses terhadap interpreter yang lebih mudah dijangkau melalui teknologi? Kami ingin menciptakan solusi yang dapat membantu mereka berkomunikasi secara lebih mandiri dan inklusif, ujar Nathanael Setiorahardjo, ketua tim KYGB dikutip dari keterangan resmi.
Teknologi AI yang digunakan Gesti Talk bekerja dengan memanfaatkan Computer Vision untuk membaca titik koordinat tangan dan gerakan pengguna melalui kamera smartphone. Data tersebut kemudian diproses menggunakan model AI berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) agar sistem dapat memahami urutan dan konteks bahasa isyarat dengan lebih akurat.
Berkat inovasi tersebut, tim KYGB berhasil meraih Juara 3 kategori Universitas dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow 2025. Program berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) ini memang dirancang untuk mendorong generasi muda menciptakan solusi teknologi dan AI yang bisa menjawab tantangan nyata di masyarakat. Tak hanya soal kemampuan teknis, para mahasiswa tersebut juga mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti Samsung Solve for Tomorrow.
Mereka belajar mengenai teamwork, leadership, critical thinking, pitching, hingga problem solving. Sesi mentoring jadi salah satu bagian paling penting buat kami. Project kami benar-benar dicek dan diberikan banyak masukan yang membantu. Selain itu, adanya timeline dan deadline juga membuat pengembangan project berjalan lebih terarah, ungkap tim KYGB.
Samsung berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang berani menciptakan inovasi berbasis teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono, mengatakan Samsung Solve for Tomorrow menjadi ruang belajar sekaligus kolaborasi untuk mengasah keterampilan masa depan generasi muda. Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk berani memulai dari kepedulian terhadap masalah di sekitar mereka, kata Ennita.
Samsung Solve for Tomorrow 2026 masih membuka pendaftaran hingga tanggal 29 Mei 2026 untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat serta mahasiswa aktif D3/D4/S1 di seluruh Indonesia. Tahun ini peserta dapat mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI dalam tiga tema utama, yakni Sustainability & Environment, Sport & Technology, serta Education.
Program ini menegaskan komitmen Samsung untuk mendukung inovasi lokal yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Gesti Talk menjadi contoh nyata bagaimana teknologi AI dapat memperluas akses komunikasi bagi kelompok yang sebelumnya terpinggirkan. Dengan dukungan mentoring dan kompetisi, para peserta tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengasah kemampuan kerja tim, presentasi, dan pemecahan masalah yang relevan dengan dunia nyata. Program ini menambah lapisan pengalaman bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk berkontribusi pada masyarakat melalui teknologi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
