Siap Ekspor 1 Juta Pupuk Urea ke Australia, India, Filipina
Gambar atau konten salah?
Indonesia kini memiliki kelebihan produksi pupuk urea, sehingga rencana ekspor ke beberapa negara sedang dipertimbangkan. Pupuk urea nasional berjumlah 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri hanya 6,3 juta ton, menghasilkan surplus 1,5 juta ton.
Menurut Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), angka tersebut menandakan adanya potensi ekspor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia akan mengekspor sekitar 1 juta ton pupuk urea karena surplus produksi sejauh ini.
Airlangga menyebutkan negara-negara yang sudah berminat melakukan ekspor pupuk urea dari Indonesia antara lain , Australia, India dan Filipina. "Airlangga mengatakan negara yang sudah berminat melakukan ekspor pupuk urea dari Indonesia antara lain , Australia, India dan Filipina."
Ia juga menegaskan bahwa “Pupuk kita mengalami surplus produksi sehingga beberapa negara, seperti India, Filipina, maupun Australia meminta kepada Indonesia,” ujar Airlangga dalam keterangan Bakom RI, Jumat 24 April 2026.
Harga pupuk Indonesia dianggap cukup terjangkau bila dibandingkan negara lain, sehingga banyak negara mengincar pupuk yang diproduksi tanah air. "Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang menetapkan harga gas bagi industri pupuk di kisaran US$ 6 per MMBTU guna menjaga Harga Eceran Tertinggi (HET)."
Hingga saat ini, pemerintah baru menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia. "Namun demikian, hingga saat ini pemerintah baru menyetujui ekspor pupuk urea ke Australia. Hal ini disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, negeri kangguru sepakat mengimpor 250 ribu ton pupuk dari Indonesia."
Airlangga menambahkan, “Jadi, Indonesia punya resiliensi di sektor pangan, terutama karena dari segi pupuk urea juga aman,” tambah Airlangga.
Dengan surplus produksi dan harga yang kompetitif, Indonesia dapat mengekspor pupuk urea ke negara-negara yang berminat, sekaligus menjaga pasokan domestik tetap stabil. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai penyedia pupuk yang andal di kawasan Asia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
