Simata BKN Jadi Alat Utama Ogan Ilir Kelola ASN Pemerintah
Gambar atau konten salah?
Simata (Sistem Informasi Manajemen Talenta) kini menjadi alat utama di Ogan Ilir untuk mengelola karir, potensi, kompetensi, dan kinerja ASN. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah pertama di Sumsel yang menerapkan sistem ini, yang dikembangkan oleh BKN.
Menurut Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, Simata BKN adalah langkah strategis guna menciptakan birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. “Sistem ini memungkinkan seluruh proses penempatan dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan data dan penilaian yang terukur,” ujarnya.
Dengan Simata BKN, setiap ASN mendapatkan kesempatan yang adil sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi yang dimiliki. “Tidak ada lagi penempatan jabatan yang bersifat subjektif. Pemkab Ogan Ilir menjadi yang pertama menerapkan ini di Sumsel,” tambah Panca pada Kamis, 23 April 2026.
Semua data ASN di lingkungan Pemkab Ogan Ilir kini terdigitalisasi. Rekam jejak pendidikan, sertifikasi, pengalaman kerja, hingga capaian kinerja individu menjadi dasar dalam pengambilan keputusan kepegawaian. Proses seleksi berbasis sistem merit memastikan setiap posisi diisi oleh pegawai yang paling sesuai.
“Penempatan pejabat sekarang benar-benar mengacu pada kemampuan dan keahlian masing-masing ASN. Sistem ini membaca data secara objektif, sehingga menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan transparan,” jelas Panca. Ia menambahkan, “Jadi, ketika ada posisi jabatan kosong karena pejabat terkait pensiun misalnya, sistem akan merekomendasikan nama teratas sebagai penggantinya dan bisa kita langsung lantik.”
Penerapan Simata BKN juga sejalan dengan reformasi birokrasi nasional yang menekankan pentingnya profesionalisme ASN. “Kita optimistis bahwa digitalisasi manajemen ASN melalui Simata BKN akan membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan dan berdaya saing di usia Pemkab Ogan Ilir yang baru 22 tahun,” ungkapnya.
Dengan sistem ini, keputusan penempatan jabatan tidak lagi bergantung pada pertimbangan pribadi. Data objektif menjadi landasan, sehingga proses kepegawaian menjadi lebih adil dan efisien. Inisiatif ini menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas birokrasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
