Sinyal Alien Deteksi, Ilmuwan Uji Terbang Lebih Cepat Cahaya

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Sinyal Alien Deteksi, Ilmuwan Uji Terbang Lebih Cepat Cahaya

Gambar atau konten salah?

Bayangkan pada tahun 2063, seorang ilmuwan berhasil menguji terbang pertama sebuah mesin yang dapat melampaui kecepatan cahaya. Energi yang dihasilkan terdeteksi oleh pesawat alien, sehingga kru pesawat menyimpulkan bahwa manusia sudah cukup matang untuk kontak pertama.

Prof. Michael Garrett, direktur Jodrell Bank Centre for Astrophysics, menegaskan, "Saya rasa Anda tidak bisa mengesampingkan skenario semacam itu," dan menambahkan, "Peradaban alien mana pun kemungkinan besar jauh lebih maju daripada kita. Mereka bisa saja menyembunyikan diri," pada Rabu, 3 Juni 2026.

Garrett berpendapat bahwa pengetahuan tentang kehidupan alien lebih mungkin datang dari observatorium yang menerima sinyal ekstraterestrial, bukan dari kedatangan pesawat luar angkasa secara tiba-tiba.

Dalam skenario tersebut, organisasi SETI (Search for Extra‑Terrestrial Intelligence) memiliki protokol kontak pertama. SETI menjelaskan, "Langkah pertama adalah verifikasi sinyal oleh observatorium independen," dan bahwa penemuan tersebut harus dirahasiakan sampai ada verifikasi yang lebih luas.

Setelah itu, pemerintah negara penemu dan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) harus diberi tahu. Berita tentang kontak tersebut kemudian diumumkan ke publik segera setelahnya. “Apakah protokol tersebut akan benar-benar diterapkan, saya sedikit ragu,” ungkap Garrett.

Garrett menekankan bahwa apa yang tertulis di dalam protokol mungkin tidak sama dengan apa yang terjadi di lapangan, tergantung pada sifat sinyal alien atau kemampuan kita memahami atau menerjemahkannya. Pertanyaan muncul apakah kita akan membalasnya.

“Tidak diragukan lagi akan ada kelompok‑kelompok kecil penggemar dan amatir akan mengirim sinyal. Namun apa yang memberi hak kelompok, individu, atau negara mengirim pesan atas nama planet? Di sini keterlibatan PBB menjadi penting, meskipun saat ini PBB belum memiliki pandangan resmi mengenai hal ini,” sebutnya.

Dalam fiksi Star Trek, pengungkapan bahwa kita tidak sendirian membawa perubahan mendalam pada pandangan umat manusia. Manusia menjadi lebih tercerahkan, lebih bersatu, dan lebih termotivasi oleh eksplorasi daripada perang atau keserakahan. Namun, apakah kita akan bereaksi dengan cara yang sama masih tanda tanya.

“Saya rasa banyak hal bergantung pada jarak. Jika alien berada di dalam Tata Surya kita, saya rasa orang akan khawatir. Namun jika mereka berada di sisi lain galaksi, saya pikir orang‑orang justru akan antusias,” kata Garrett.

“Beberapa organisasi keagamaan mungkin perlu mengubah doktrin tapi sebagian besar agama cukup pandai beradaptasi dengan hal‑hal baru yang muncul. Saya ingin percaya bahwa jika kita menemukan peradaban lain di luar sana, itu akan mempercepat kedewasaan politik, etika, dan moralitas kita sendiri,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti bagaimana protokol ilmiah dan diplomatik dapat memandu respons manusia terhadap sinyal alien, sambil menegaskan bahwa reaksi publik dan institusi akan dipengaruhi oleh jarak, konteks, dan kesiapan sosial.

kecepatan cahayakontak pertamaSETIPBBsinyal extraterrestrialJodrell Bankperadaban alienprotokol kontak

Komentar

Memuat komentar...