Siswa MAN IC Pekalongan Terima 13 LoA Universitas Dunia
Gambar atau konten salah?
Pengalaman pertukaran pelajar seringkali menjadi titik balik bagi banyak siswa yang ingin melanjutkan studi di luar negeri. Begitulah yang dirasakan Ahmad Ali Rayyan Shahab, seorang siswa MAN IC Pekalongan, setelah menerima 15 letter of acceptance (LoA) dari universitas-universitas top di dunia.
Rayyan pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke Finlandia. Sebelum itu, ia merasa berkuliah di luar negeri hanyalah mimpi. Namun setelah menempuh 9 bulan di negara tersebut, tekadnya berubah menjadi bulat. Ia mengatakan, “Jadi bahwa saya ketika dulu SMP kemudian masuk ke MAN ICP ini, saya belum ada bayangan sama sekali akan melanjutkan studi di luar negeri. Artinya ketika saya kelas 10 awal saya melihat bahwa meraih universitas di luar itu adalah yang sangat terlampau jauh gitu lah. Bukan levelku gitu. Aku awalnya berpikir gitu di kelas 10.”
Di sekolah, Rayyan mendapat dorongan kuat dari orang tua, teman, dan guru. Ia menggambarkan lingkungan sekolahnya sebagai “nuansa akademik yang begitu kental”. Bahkan ia menyebut teman-temannya sebagai “academically smart” atau cerdas secara akademik. Ia mengaku, “Aku didorong untuk bisa berkembang melampaui apa yang bahkan bisa aku bayangkan.”
Ketika masih di kelas 10 semester 2, Rayyan mendengar tentang AFS Intercultural Programs, sebuah program pertukaran pelajar. Ia langsung tertarik. “Dis itu aku tertarik untuk mengikuti itu. Jadi itulah yang menjadi awal bagi aku mau pergi keluar gitu loh. Merasakan gimana sih kehidupan di luar, sekolah di luar, berteman dengan orang luar,” ujarnya.
Setelah kembali dari Finlandia, Rayyan memutuskan untuk mempersiapkan diri lebih serius. Pada kelas 12 semester satu, ia mulai mencari informasi tentang pendaftaran kampus di luar negeri. Ia tidak melakukannya sendiri; orang tua dan pihak sekolah membantu. Sekolahnya juga menyediakan program “madrasah goes abroad” yang memfasilitasi proses tersebut. Ia menjelaskan, “Saya tidak bisa melakukan itu semua sendiri dengan ini. Apalagi saya di boarding school jadi yang saya lakukan adalah saya itu di sekolah alhamdulillah juga difasilitasi oleh program madrasah goes abroad.”
Rayyan mendaftar melalui agen di Australia. Ia menerima tawaran dari empat kampus di sana. “Di Australia itu saya mendaftar menggunakan agent, bukan saya sendiri yang pribadi. Nah, kemudian saya di Australia itu ada 4 kampus yang diterima,” jelasnya.
Dengan dukungan semua pihak, Rayyan akhirnya diterima di 13 universitas top dunia. Ia mengajak siswa lain, terutama yang masih SMA, untuk mempersiapkan segala dokumen secepatnya. “Sekitaran bulan ini nanti di bulan Agustus, atau di bulan September itu sudah banyak universitas di Amerika dan Kanada dan Australia yang sudah buka pendaftaran. Jadi, teman-teman carilah informasinya dari sekarang terkait dengan dokumen-dokumen yang perlu sehingga nanti tidak ada hambatan paling itu sih kak kalau terkait dengan itu,” saraninya.
Rayyan kini sedang mengajukan beasiswa Garuda LPDP untuk kuliah di University of British Columbia di Kanada. Ia mengungkapkan, “Nah, yang akan aku ambil dan yang aku telah ajukan ke beasiswa Garuda itu di University of British Columbia di Kanada, aku sedang mengajukan untuk funding dari Garuda di Prodi Bachelor of Applied Sciences.”
Ia menekankan bahwa ia bukan siswa paling pintar secara akademik atau organisasi, namun ia memiliki visi, aksi, dan konsistensi. “Aku pengen memberitahu bahwa aku di sekolah bukan yang paling pintar secara akademik dan organisasi, aku juga bukan yang paling ahli, tapi aku bisa melakukan hal ini. Walaupun tanpa hal-hal itu, karena aku punya visi, aksi, dan konsistensi jadi teman-teman yang mau juga mengikuti jejak aku untuk bisa daftar dan diterima juga di kampus luar negeri,” tambahnya.
Penulis merupakan peserta program magang Kemnaker di portal ini.
Pengalaman Rayyan menegaskan bahwa persiapan dini, dukungan keluarga dan sekolah, serta partisipasi dalam program pertukaran pelajar dapat membuka pintu ke universitas-universitas terkemuka di dunia. Siswa yang bermimpi belajar di luar negeri dapat mencontoh langkah-langkah praktisnya, mulai dari mencari informasi, memanfaatkan program sekolah, hingga mengajukan beasiswa. Dengan tekad dan konsistensi, peluang untuk diterima di kampus internasional menjadi lebih nyata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jakarta 2026: Daftar Sekolah dengan Skor UTBK 2022
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
