SKK Migas Dorong Program Triple 100: 100 Sumur MSF Meningkatkan Produksi

Fajar H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
SKK Migas Dorong Program Triple 100: 100 Sumur MSF Meningkatkan Produksi

Gambar atau konten salah?

SKK Migas terus menggerakkan langkah untuk meningkatkan produksi migas nasional. Salah satu inisiatif yang dipercepat adalah program Triple 100, yang menargetkan 100 sumur eksplorasi, 100 multi‑stage fracturing (MSF), dan 100 sumur pengembangan tambahan.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja, Rikky Rahmat Firdaus, menegaskan bahwa penerapan teknologi MSF merupakan strategi kunci untuk memaksimalkan potensi lapangan migas, terutama yang sudah berumur dan memiliki low quality reservoir serta cadangan masih besar.

Ia mengungkapkan hal tersebut saat mengunjungi proyek sumur MSF BLSE‑050 di lapangan Balam South East, yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Provinsi Riau.

“Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan‑lapangan low quality reservoir. Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujar Rikky dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Ia menambahkan bahwa SKK Migas memastikan dukungan dari sisi peralatan, percepatan pembebasan lahan, hingga penguatan kapasitas operasional guna mencapai target 15 sumur MSF pada 2026. Program ini diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional.

“Kami terus mendorong percepatan pelaksanaan program ini dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan keandalan operasi,” tambahnya.

General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menjelaskan bahwa program MSF merupakan salah satu strategi utama untuk meningkatkan produksi pada lapangan dengan karakteristik low quality reservoir, yaitu kondisi batuan yang membuat minyak sulit mengalir secara alami ke sumur. Untuk mengatasinya, digunakan teknologi fracturing atau perekahan batuan dengan tekanan tinggi guna membuka jalur aliran minyak.

“Pada tahun 2026 direncanakan sebanyak 15 sumur MSF akan dieksekusi, yang tersebar di tiga lapangan utama, yakni Balam South East, Bangko, dan Kotabatak, masing-masing sebanyak lima sumur.”

“Sumur MSF merupakan sumur high profile yang artinya sumur‑sumur ini diharapkan menghasilkan produksi yang tinggi, disamping tantangan operasional dan biaya yang juga tinggi. Untuk itu PHR berupaya semaksimal mungkin memastikan sumur MSF diselesaikan dengan sebaik‑baiknya untuk mencapai hasil yang maksimal.”

“Hingga saat ini, dua sumur pertama tahun ini telah menyelesaikan fracturing stage 1 dan tengah bersiap memasuki stage berikutnya, yang direncanakan hingga 8 stages, dan onstream diharapkan di akhir Mei. Selain itu, terdapat dua sumur yang masih dalam proses pengeboran serta empat sumur yang telah siap untuk dibor,” paparnya.

Program ini menandai langkah konkret SKK Migas dalam memanfaatkan teknologi canggih untuk mengoptimalkan sumber daya migas yang ada. Dengan dukungan operasional dan peralatan yang memadai, target 15 sumur MSF pada 2026 diharapkan dapat tercapai, sekaligus meningkatkan kontribusi lapangan low quality reservoir terhadap produksi nasional.

SKK MigasTriple 100MSFlow quality reservoirproduksi migas nasionalPT Pertamina Hulu Rokan2026 target

Komentar

Memuat komentar...