Staf Farmasi RSI Unisma Mundur Massal, Gaji Dipotong 50%
Gambar atau konten salah?
Malang – Puluhan staf farmasi di Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma, Kota Malang, memutuskan mundur secara serentak. Langkah ini diambil setelah ketegangan antara karyawan dan manajemen rumah sakit tak kunjung mereda.
Kabar pengunduran diri massal ini menyebar luas di media sosial. Semua bermula dari unggahan akun TikTok @iniaku9395. Video pendek yang diunggah memperlihatkan ruangan di salah satu lantai RSI Unisma yang kosong melompong. Tak ada satu pun pekerja atau tenaga medis di sana.
Selain video, akun tersebut juga membagikan foto kebersamaan tim farmasi. "Life after resign kerja di RS swasta selama 8 tahun," tulis pemilik akun pada Kamis, 16 Juli 2027. Unggahan itu langsung ramai dikomentari warganet. "Itu resign berjemaah kak," tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Pemilik akun membenarkan. Mereka semua mundur bersama-sama. Akibatnya, ruang farmasi rawat inap menjadi sepi. "Bener banget kak, kita semua resign berjamaah, alhasil tempat unit farmasi ranap (rawat inap) juga harus tutup," jawabnya.
Dalam unggahan foto kebersamaan, mereka mengaku bertahan bertahun-tahun karena rekan kerja sudah seperti keluarga sendiri. "Bertahan selama itu karena aku punya teman yang menurut ku mereka adalah rumah kedua bagiku. Hiks sad banget kehilangan mereka," ungkapnya.
Tapi keadaan berubah. Kebijakan manajemen dinilai semakin memberatkan. "Bukan karena tekanan pekerjaan karena semua relatif dan masih sebanding dengan gajinya (Pada saat itu)," katanya.
Kebijakan rumah sakit disebut makin tidak masuk akal. Mereka merasa dizolimi. "Tapi makin bertahan kebijakan yang di bikin mereka semua makin gamasuk akal, kita banyak di dzolimi dan makin tidak manusiawi," ucapnya.
Alasan utama tim farmasi memilih mundur berjemaah cukup jelas. Sistem kerja dibuat tiga shift. Namun gaji malah dipotong hingga 50 persen. "Kita kerja di pelayanan dengan 3 shift dan kita juga yang lebih banyak di dzolimi sama mereka semua. Dari gaji yang awalnya di cicil, tidak dibayar selama 3 bulan, dan di pangkas hampir 50% dari total gaji keseluruhan. Padahal gaji NAKES pun ga seberapa," tuturnya.
Pada Juli 2026, seluruh tim farmasi rawat inap memutuskan mencari pekerjaan lain. "Dan di bulan Juli 2026, kita tim farmasi rawat inap memilih untuk mencari jalan kita masing-masing yang penting keluar dulu dari lingkaran setan yang mereka buat sendiri," tegasnya.
Ia berharap semua karyawan yang sudah mengundurkan diri segera mendapat pekerjaan baru. Juga hak-hak mereka yang belum dibayarkan. "Hallo bapak ibu semua semoga kedepannya kalian bisa memperbaiki management yang sekarang lagi sakit ya karena kita sudah royal banget menjadi karyawan, kita bertahan juga bukan hanya hitungan hari atau bulan melainkan tahunan," pungkasnya.
Pihak manajemen RSI Unisma mengaku menghormati keputusan para pegawai yang mundur. "Untuk teman-teman yang resign, kami dari manajemen menghormati pilihan teman-teman. Berkarier dimanapun kami sangat menghormati pilihannya. Semoga mendapatkan kebaikan dimanapun berada," ujar Human Resources Development RSI Unisma, Nofa Diana, saat dikonfirmasi.
Nofa mengaku belum tahu pasti berapa jumlah pegawai yang mundur. Sebab RSI Unisma tetap fokus pada pelayanan pasien. "Ada beberapa yang resign, saya lupa totalnya. Karena beberapa hari ini kami fokus pada pelayanan rumah sakit, dan permasalahan yang sebelumnya terjadi," katanya.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang sudah memanggil manajemen RSI Unisma. Pemanggilan dilakukan setelah menerima pengaduan dari pegawai soal pemotongan gaji dan pencairan gaji yang molor berbulan-bulan.
Hingga kini, perselisihan antara pekerja dan manajemen belum menemukan titik terang. "Kami sudah memenuhi panggilan (Disnaker) tahap konfirmasi laporan. Belum ada panggilan lagi," ujar Nofa.
Kejadian ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan industrial di sektor kesehatan. Pemotongan gaji hingga 50 persen dan keterlambatan pembayaran selama tiga bulan menjadi pemicu utama. Para staf farmasi yang sudah bertahun-tahun mengabdi akhirnya memilih hengkang. Manajemen mengaku menghormati keputusan itu, namun belum ada penyelesaian konkret dari pihak berwenang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Alih Fungsi Lahan di Batu Ancam Ketahanan Pangan
Pedagang Daging Sapi Lamongan Mogok Jualan Tiga Hari
Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Usai Taklukkan Inggris 2-1
Surabaya Cerah Hari Ini, Suhu Capai 33 Derajat
Jadwal Sholat Surabaya 16 Juli 2026 Lengkap
Inggris vs Argentina: Semifinal Piala Dunia 2026
Berita Terbaru
Staf Farmasi RSI Unisma Mundur Massal, Gaji Dipotong 50%
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Kane Buka Suara: Masalah Lama Inggris Kembali
Messi Samai Rekor Cafu, Tiga Final Piala Dunia
Spanyol ke Final Piala Dunia Usai Kalahkan Prancis 2-0
BRIN-LPDP Buka Beasiswa Doktor Riset
Menteri PU Bantah Isu Mutasi dan Surat Bocor
Kopdes Jadi Kantor Tunggal Semua Bantuan Negara