Starbucks PHK Divisi Teknologi, Rencana Relokasi ke Nashville

Cahyo S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Starbucks PHK Divisi Teknologi, Rencana Relokasi ke Nashville

Gambar atau konten salah?

PHK di divisi teknologi Starbucks di Amerika Serikat diumumkan pada 21 April 2026. Meskipun begitu, perusahaan belum mengonfirmasi kabar tersebut secara resmi.

Rumor pemangkasan karyawan ini sudah lama beredar di kalangan internal. PHK tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi divisi teknologi Starbucks.

Dalam pesan kepada karyawan, manajemen menyatakan: “Kami melakukan perubahan struktural untuk bergerak lebih cepat, mempertajam fokus, dan memastikan kami siap untuk mewujudkan prioritas terpenting kami.”

Pengumuman PHK disampaikan terpisah dari rencana relokasi pegawai divisi teknologi di Seattle ke Nashville. Kantor baru di Nashville akan menampung 2.000 pekerja Starbucks.

Starbucks mengumumkan Anand Varadarajan sebagai Chief Technology Officer pada Desember. Ia pernah menjabat sebagai CTO di Amazon selama 19 tahun.

Menurut laporan industri, perekrutan Varadarajan menandakan fokus perusahaan pada pertumbuhan teknologi. Starbucks sedang menjalani perubahan besar di bawah kepemimpinan CEO Brian Niccol.

Sejak 2024, Starbucks berusaha mengatasi penurunan penjualan, laba, dan masalah operasional di gerai-gerainya. Rencana investasi besar ini bertujuan meningkatkan kualitas toko dan ekspansi. Namun, hal itu juga memaksa perusahaan untuk melakukan pemangkasan biaya besar.

Tahun lalu, Starbucks menutup ratusan gerai di AS dan Kanada, termasuk lebih dari 30 lokasi di Washington. Perusahaan juga memberhentikan hampir 1.000 pekerja ritel dan non-ritel di Seattle dan Kent. Langkah ini diikuti dengan PHK 1.100 karyawan yang diperkirakan akan terjadi bulan depan.

Perubahan struktural ini mencerminkan upaya Starbucks untuk tetap kompetitif di tengah tantangan pasar, meski harus menyesuaikan tenaga kerja dan sumber daya.

PHK StarbucksDivisi TeknologiRestrukturisasiRelokasi Seattle ke NashvilleAnand VaradarajanCEO Brian NiccolPenurunan PenjualanPengurangan Biaya

Komentar

Memuat komentar...