Stasiun Antarktika Evakuasi Darurat karena Ancaman Senjata
Gambar atau konten salah?
Seorang anggota ekspedisi di Stasiun Sains Jang Bogo di Antarktika diduga mengancam rekan-rekannya dengan senjata besar. Insiden ini memaksa stasiun Korea Selatan melakukan evakuasi darurat pada akhir bulan Mei.
Rekaman CCTV yang disiarkan menunjukkan pria itu menuruni tangga sambil membawa benda yang menyerupai senjata rakitan. Dalam klip lain, anggota tim berlari keluar dari dapur stasiun, seolah‑olah sedang melarikan diri. KOPRI menegaskan, “Sekitar pukul 19.20 waktu setempat tanggal 13 April, sebuah insiden keamanan terjadi di Stasiun Sains Jang Bogo di Antarktika, di mana seorang anggota tim peneliti yang bertugas selama musim dingin mengancam anggota lainnya dengan sebuah senjata,” ungkap Korea Polar Research Institute (KOPRI).
Setelah menyadari situasi tersebut, pimpinan stasiun beserta jajarannya segera memisahkan pria itu dari anggota tim lainnya, “Setelah menyadari situasi tersebut, pimpinan stasiun beserta jajarannya segera memisahkan pria itu dari anggota tim lainnya,” kata pihak yang dikutip. Pria tersebut diisolasi dari 17 orang lainnya hampir tiga minggu sebelum penerbangan reguler bisa dikirim. “KOPRI memutuskan segera memulangkannya secara darurat. Meski penerbangan reguler dihentikan karena mulainya musim dingin dan cuaca memburuk, KOPRI berhasil mengamankan transportasi darurat,” tambahnya.
Evakuasi berlangsung pada 07 Mei 2024. Penerbangan darurat membawa pria itu kembali ke Korea. “Penyelidikan formal saat ini sedang dilakukan oleh pihak kepolisian,” kata KOPRI. Pihak kepolisian masih menelusuri apakah ada pelanggaran hukum yang dapat diusut.
Insiden ini bukan satu-satunya kasus di pangkalan Antarktika. Hanne Nielsen, dosen hukum di University of Tasmania, mengingatkan bahwa benua es pernah menyaksikan peristiwa kriminal tingkat tinggi. Tahun lalu, di stasiun SANAE IV milik Afrika Selatan, seorang anggota sempat mengancam akan membunuh seseorang. Pada 2018, seorang ilmuwan Rusia dituduh menikam dada rekannya. Bahkan pada 1959, seorang peneliti di stasiun Rusia dilaporkan membunuh rekan dengan kapak es setelah kalah bermain catur.
Menurut Nielsen, tantangan hidup dan kerja di lingkungan tertutup dan terpencil dapat memperburuk masalah psikologis. Sebelum bergabung, semua anggota ekspedisi menjalani penilaian psikologis komprehensif. Menurutnya, “mendapatkan kombinasi orang yang tepat dengan karakter sesuai adalah kunci keberhasilan dalam misi jangka panjang di sana.”
Keputusan KOPRI untuk segera mengirimkan evakuasi darurat menunjukkan betapa seriusnya situasi di stasiun. Meskipun cuaca buruk dan musim dingin mempersulit logistik, mereka berhasil menyiapkan transportasi yang aman. Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan dan kesiapsiagaan di stasiun penelitian Antarktika, di mana tidak ada polisi lokal untuk menangani pelanggaran hukum.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis