Stok Plastik Aman Meski Harga Naik, Perindustrian Tegaskan Pasokan Stabil

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Stok Plastik Aman Meski Harga Naik, Perindustrian Tegaskan Pasokan Stabil

Gambar atau konten salah?

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, menanggapi kenaikan harga plastik yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa escalasi konflik di kawasan tersebut telah memaksa sektor industri yang bergantung pada nafta untuk menyesuaikan suplai. Gangguan distribusi menambah tekanan pada struktur biaya hulu.

"Mengingat plastik merupakan produk turunan dari proses petrokimia yang berbasis minyak bumi, gangguan pada jalur distribusi dan produksi di global memang memberikan tekanan pada struktur biaya di tingkat hulu," kata Agus dalam keterangan tertulis pada 08 April 2026.

Selain itu, Agus menanggapi kabar bahwa stok plastik hanya cukup sampai 01 Mei 2026. Menurut data IKI, industri kemasan pada 01 Maret 2026 masih menunjukkan ekspansi sangat tinggi. Hal ini membuat stok produk plastik tetap mencukupi karena subsektor industri menunjukkan kinerja yang kuat.

Ia meminta masyarakat dan industri hilir untuk tidak panik. "Masyarakat dan industri hilir tidak perlu panik, karena produk plastik dipastikan masih tersedia di pasar. Pemerintah berkomitmen memastikan tidak terjadi kekosongan stok dengan mengoptimalkan berbagai kanal pasokan alternatif," ujarnya.

Agus menegaskan bahwa upaya pengamanan pasokan sedang berjalan paralel. Ia mengakui ada kenaikan harga di tingkat produksi akibat biaya bahan baku global yang meningkat. Kemenperin terus memperkuat koordinasi dengan pengusaha manufaktur untuk memitigasi dampak pelemahan rantai pasok global.

Langkah ini diambil agar industri manufaktur nasional tetap resilien dan tidak terganggu dalam memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor. Agus menambahkan bahwa Kemenperin bersama pelaku industri petrokimia hulu sedang menempuh langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan produksi.

  • Mencari Sumber Alternatif: Industri sedang aktif menjajaki pasokan nafta dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah untuk mengurangi ketergantungan wilayah.
  • Optimalisasi LPG: Penggunaan LPG dioptimalkan sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi guna menutupi celah kekurangan pasokan nafta.
  • Pemanfaatan Material Daur Ulang: Pemerintah mendorong peningkatan penggunaan plastik hasil daur ulang (recycled plastic) berkualitas tinggi sebagai substitusi pasokan untuk menjaga stabilitas stok di pasar.

Dengan langkah-langkah tersebut, Agus berharap pasokan plastik di pasar tetap stabil meski harga di tingkat produksi mengalami kenaikan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berfokus pada pengelolaan rantai pasok yang berkelanjutan dan mengoptimalkan alternatif bahan baku.

Perkembangan ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menanggapi dinamika geopolitik global yang memengaruhi industri petrokimia. Meskipun tantangan tetap ada, koordinasi antara kementerian, pelaku industri, dan pengusaha manufaktur diharapkan dapat menjaga kestabilan pasokan plastik di Indonesia.

kenaikan harga plastikkonflik Timur Tengahpasokan naftapabrik petrokimiaplastik daur ulangLPGrantai pasok globalkebijakan pemerintah

Komentar

Memuat komentar...