Stres + Ngemil Malam: Risiko Gangguan Pencernaan Meningkat 2,5x
Gambar atau konten salah?
Stres dan kebiasaan ngemil larut malam ternyata dapat memicu gangguan pencernaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko masalah usus meningkat hingga 2,5 kali bagi orang yang mengalami stres tinggi dan sering ngemil di malam hari.
Studi ini melibatkan lebih dari 11.000 peserta yang terdaftar dalam survei National Health and Nutrition Examination Survey. Hasilnya, individu dengan tingkat stres tinggi yang mengonsumsi sekitar 25% kalori harian setelah pukul 21.00 memiliki risiko 1,7 kali lebih besar mengalami sembelit atau diare.
Analisis lanjutan terhadap lebih dari 4.000 peserta dalam American Gut Project, sebagaimana dilaporkan oleh Independent pada 23 April 2023, memperkuat temuan tersebut. Peneliti menemukan bahwa orang yang mengalami stres tinggi sekaligus terbiasa ngemil di malam hari memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar mengalami gangguan pencernaan.
Dr. Harika Dadigiri, penulis utama penelitian, menegaskan bahwa waktu makan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan usus. “Bukan hanya apa yang kita makan, tetapi juga kapan kita makan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat tubuh berada dalam kondisi stres, pola makan yang tidak teratur—terutama di malam hari—bisa memberikan dampak ganda pada sistem pencernaan. “Ketika kita sudah stres, waktu makan yang tidak tepat bisa menjadi ‘pukulan ganda’ bagi kesehatan usus,” jelasnya.
Para peneliti menyarankan pentingnya menjaga pola makan yang teratur setiap hari. Kebiasaan sederhana seperti makan di waktu yang konsisten dapat membantu menjaga fungsi pencernaan tetap optimal dalam jangka panjang.
Dr. Dadigiri juga menegaskan bahwa tidak berarti orang harus sepenuhnya menghindari camilan favorit. “Saya bukan polisi es krim. Semua orang boleh makan es krim, mungkin sebaiknya lebih awal di siang hari,” katanya.
Hasil penelitian ini akan dipresentasikan pada ajang Digestive Disease Week yang digelar di Chicago pada 2 hingga 5 Mei 2023.
Stres dan ngemil larut malam dapat menjadi kombinasi yang merugikan bagi kesehatan usus. Menjaga pola makan teratur dan memperhatikan waktu makan dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bloom Putih Anggur: Lapisan Lilin Alami, Bukan Jamur
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Berita Terbaru
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Perpres No.27 2026: Potongan Ojek Online 8% Belum Berlaku
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
