Sumur LLA-5 Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari, Lampaui Target
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengumumkan hasil produksi awal dari Sumur LLA-5 yang mencapai 780 barel minyak per hari. Angka ini jauh melampaui target awal yang hanya 300 barel per hari. Lebih dari dua kali lipat, tepatnya.
Muzwir Wiratama, General Manager PHE ONWJ, menyebutkan kualitas minyak mentah dari sumur ini sangat baik. Kandungan airnya sangat minim, hanya sekitar 3 persen. Ini artinya minyak yang keluar hampir murni tanpa campuran air yang berarti.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa potensi cadangan minyak dan gas di lepas pantai utara Jawa Barat masih besar. Padahal, sudah 24 tahun tidak ada aktivitas pengeboran baru di sana. Anjungan lepas pantai LLA di perairan utara Jawa Barat kini kembali beroperasi setelah sekian lama mati suri.
"Keberhasilan pengeboran di Sumur LLA-5 ini menjadi bukti nyata bahwa potensi cadangan di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan," kata Muzwir dalam keterangan tertulis pada Rabu, 08 Juli 2026.
Saat ini, Sumur LLA-5 masih dalam tahap pembersihan awal. Proses clean-up ini belum selesai. Muzwir memperkirakan laju produksi minyak masih bisa meningkat dari angka saat ini.
Tambahan minyak dari sumur ini memberi napas baru bagi produksi minyak nasional yang belakangan menurun. Penurunan produksi itu sebenarnya hal yang wajar, karena sebagian besar sumur yang ada sudah tua atau mature.
"Ini menjadi modal kuat bagi kami untuk melanjutkan program pengeboran berikutnya, dengan Sumur LLA-7," jelas Muzwir.
Proses pencarian minyak di tengah laut tidak berjalan mulus. Tim di lapangan sempat menghadapi kendala teknis. Namun, semua tantangan berhasil diatasi meskipun risiko pekerjaannya tinggi.
Selama 67 hari, terhitung sejak akhir April 2026, seluruh aktivitas pengeboran berjalan aman dan andal. Tim berhasil mencatatkan lebih dari 84 ribu jam kerja tanpa kecelakaan. Angka ini menunjukkan disiplin keselamatan yang ketat di lapangan.
Keberhasilan Sumur LLA-5 menjadi sinyal positif bagi industri migas Indonesia. Setelah puluhan tahun tanpa pengeboran baru di wilayah tersebut, temuan ini membuka peluang untuk eksplorasi lebih lanjut. Sumur LLA-7 sudah menunggu sebagai target berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
