Sumur UPA‑17ST SAKA Produksi 2.443 BOPD di Ujung Pangkah

Teguh A. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Sumur UPA‑17ST SAKA Produksi 2.443 BOPD di Ujung Pangkah

Gambar atau konten salah?

PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu minyak dan gas bumi yang berada di bawah Subholding Gas Pertamina, telah menyelesaikan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Lapangan Ujung Pangkah. Sumur ini terletak di wilayah kerja Pangkah, di perairan Laut Jawa Timur. Pada 29 Maret 2026, hasil uji sumur menunjukkan produksi 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) gas terkait.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa Lapangan Ujung Pangkah, sebagai lapangan pertama yang dikembangkan di wilayah kerja Pangkah, memiliki potensi signifikan untuk terus menambah produksi di Jawa Timur. Ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi nasional.

“Keberhasilan pemboran sumur UPA-17ST merupakan pencapaian penting terkini setelah sebelumnya SAKA juga berhasil melakukan pemboran dan put onstream sumur pengembangan lainnya, yaitu Sumur SID-05,” kata Direktur Operasi SAKA, Achmad Agus Miftakhurrohman dalam keterangan resminya pada 2 April 2026.

Pemboran UPA-17ST dimulai pada 12 Oktober 2025 dari Well Head Platform‑A (WHP‑A) menggunakan Rig Jack Up SinoOcean Peace. Proses ini selesai pada 28 Desember 2025, lalu dilanjutkan dengan Well Intervention (WLI) termasuk stimulasi untuk mengoptimalkan produksi dan memastikan aliran hidrokarbon dari reservoir ke permukaan berjalan lancar.

Setelah itu, sumur tersebut memasuki tahap uji produksi untuk menentukan laju produksi optimal yang akan terintegrasi ke sistem produksi lapangan. “Hasil produksi yang melampaui target menunjukkan potensi reservoir yang sangat baik sekaligus mencerminkan efektivitas perencanaan teknis, dengan selalu mengutamakan safety, serta hasil kolaborasi yang solid dari seluruh tim internal dengan para mitra serta pemangku kepentingan terkait terutama Manajemen SKK Migas bersama KKKS lainnya,” tambah Achmad Agus.

Sumur UPA-17ST merupakan sumur dengan jangkauan pemboran terpanjang yang pernah dilakukan SAKA. Ia termasuk dalam kategori Extended Reach Drilling (ERD), teknologi yang memungkinkan pemboran menjangkau reservoir yang jauh dari fasilitas produksi. Dengan ERD, pengembangan cadangan dapat dilakukan lebih efisien tanpa perlu membangun platform baru.

Secara operasional, pemboran sumur ini merupakan konversi dari sumur idle, sehingga menambah tantangan tersendiri, terutama dengan panjang lintasan horizontal yang masuk dalam kategori ERD. Operasi ini juga melibatkan penggunaan expandable casing untuk mengantisipasi kompleksitas karakteristik lapisan batuan yang ditembus, serta aplikasi stimulasi reservoir karbonat dengan teknik yang telah di‑improved.

“Penerapan teknologi ERD, penggunaan expandable casing dan teknik stimulasi reservoir karbonat yand sudah di improved merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur produksi yang telah ada,” tambah Achmad Agus.

Dengan hasil uji produksi yang melampaui target, sumur UPA-17ST yang telah terintegrasi diharapkan menambah produksi, memperkuat kontribusi wilayah kerja Pangkah terhadap pasokan energi nasional, dan mendukung target lifting pemerintah. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen SAKA dalam mengoptimalkan potensi lapangan melalui penerapan teknologi, efisiensi produksi, dan pengelolaan operasi yang andal.

Sumur ini menandai langkah penting bagi SAKA dalam memperluas jaringan produksi di wilayah Jawa Timur. Melalui teknologi ERD dan inovasi dalam proses pemboran, perusahaan dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah ada secara lebih maksimal, sekaligus menambah kapasitas produksi yang signifikan bagi pasokan energi nasional.

PT Saka Energi IndonesiaLapangan Ujung PangkahUPA-17STExtended Reach Drillingproduksi BOPDproduksi MMSCFDIndonesia Energi Nasional

Komentar

Memuat komentar...