Sungai Binuanga: Air Biru Bolaang Mongondow Meniru Swiss
Gambar atau konten salah?
Sungai Binuanga di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, menampilkan air berwarna biru yang tak kalah memukau dengan sungai di Swiss. Sungai ini terletak di dalam Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).
Untuk mencapai Sungai Binuanga, pengunjung dapat memulai perjalanan dari Wisma Bina Cinta Alam atau Balai TNBNW. Dengan kendaraan roda dua atau mobil, jarak tempuh hanya sekitar 10 menit. Bagi yang datang dari Kota Kotamobagu, perjalanan memakan waktu dua jam dengan mobil. Setelah tiba di Desa Toraut, langkah berikutnya adalah berjalan kaki selama kurang lebih satu jam. Perjalanan ini melintasi Sungai Kosinggolan dan menempuh jalur tanah melalui perkebunan penduduk.
Selama perjalanan, para traveler dapat menikmati udara pedesaan yang bersih, serta kebun yang menanam jagung, kelapa, pisang, dan padi gogo. Setapak seterusnya membawa pengunjung masuk ke dalam kawasan TNBNW. Sebelum melanjutkan, pengunjung diminta melapor di Balai TNBNW yang terletak di Jalan Raya AKD, Kelurahan Mongkonai Barat, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu. Biaya masuk ke taman nasional sebesar Rp 100.000 per orang.
TNBNW, yang sebelumnya dikenal dengan nama Dumoga Bone, memiliki keunikan ekologi karena berada di zona Wallace. Di sini, flora dan fauna khas daratan Asia dan Australia bertemu. Fauna endemik, seperti monyet hitam atau yaki (Macaca nigra), kadang terlihat oleh para pengunjung.
Wilayah ini juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air utama bagi sebagian besar sungai di Bolaang Mongondow. Air Sungai Binuanga jernih, berwarna hijau kebiru-biruan, dan sungai ini berbatu, menambah keindahan lanskap yang hijau alami.
Warna biru air Sungai Binuanga mirip dengan Sungai Aare di Swiss, sehingga sering disebut sebagai Swiss Van Bolaang Mongondow. Pengunjung dapat mandi di sungai ini, namun disarankan untuk berkunjung pada pagi hari ketika sinar matahari belum terik. Mengunjungi saat mendung atau hujan tidak dianjurkan karena jalan tanah akan licin dan air akan menjadi keruh.
Hari Suroto
Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara (ddn/ddn)
Blue river in Bolaang Mongondow offers scenic trekking, unique ecology, and a Swiss-like water experience, but requires careful timing and preparation.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
5 Gunung Alternatif untuk Hindari Keramaian Bromo
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
7 Destinasi Dingin Jawa Tengah Selain Dieng
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
