Supervisor Island Pantau Pemasangan Mesin Pirolisis di Bali
Gambar atau konten salah?
PT Inpac Solutions Indo membawa supervisor mesin pirolisis dari Cook Island ke TOSS Center Karangdadi di Klungkung, Bali. Supervisor tersebut tidak hanya memantau perakitan mesin, tetapi juga mengajarkan teknisi lokal cara mempercepat proses instalasi.
Di tengah proses pembuatan kolam pendingin di samping gedung mesin pirolisis, dua supervisor dari negara Pasifik itu memeriksa komponen mesin yang sedang dirakit. Mereka memastikan setiap bagian terpasang dengan benar dan siap untuk diuji coba.
Anak Agung Pablo Subamia, direktur PT Inpac Solutions Indo, menjelaskan bahwa kedatangan tim supervisor ini merupakan jaminan agar mesin dapat beroperasi secara mandiri dalam jangka panjang. Ia menegaskan bahwa para tenaga ahli dari Andersons Group bertugas memantau detail perakitan mesin pirolisis.
“Jadi mereka supervisor, memantau proses perakitan sekaligus mengajarkan pada teknisi dari sini untuk bisa selanjutnya melakukan penginstalan sendiri,” kata Agung. Melalui pendampingan ketat ini, teknisi lokal di Klungkung diharapkan dapat menyerap ilmu pengoperasian dan perawatan, sehingga di masa depan mesin pemroses residu tersebut sepenuhnya dapat ditangani oleh sumber daya lokal.
Agung menyebutkan bahwa uji coba pertama dijadwalkan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa tahap awal akan dicoba satu mesin, lalu untuk keseluruhan akan berlangsung sekitar 30 sampai 40 hari ke depan. “Nanti sekitar satu minggu lagi kita akan coba memasukkan sampah untuk satu mesin, lalu untuk keseluruhan kami targetkan 30 sampai 40 hari ke depan,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Dewi Komang Aswin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, mengungkapkan bahwa jadwal operasional mesin sempat bergeser karena pekerjaan fisik tambahan. Pemerintah daerah harus menyelesaikan pembangunan infrastruktur penunjang di sebelah bangunan utama, yakni fasilitas cooling tower (menara pendingin) beserta kolam pendinginnya.
“Pemerintah daerah harus merampungkan pembangunan infrastruktur penunjang di sebelah bangunan utama, yakni fasilitas cooling tower (menara pendingin) beserta kolam pendinginnya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa beberapa tambahan kebutuhan kini dalam proses dan sudah dapat dipastikan segera beroperasi. “Kemungkinan bulan Juni sudah bisa beroperasi,” jelas Aswin.
Menurut Aswin, kapasitas masif dari mesin pirolisis baru ini dirancang untuk mendukung pemusnahan sisa residu sampah dari masing-masing desa. Pihaknya optimistis bahwa pada bulan Juli nanti, seluruh residu sampah di TOSS Center akan dapat dikelola secara tuntas.
Dengan dukungan supervisor internasional dan pelatihan intensif, kluster pengolahan sampah di Klungkung kini berada di jalur implementasi. Langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan lingkungan lokal dan menurunkan dampak sampah di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
