Superyacht Nord Tembus Selat Hormuz, Tempuh Jalur Eksklusif

Nurul H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Superyacht Nord Tembus Selat Hormuz, Tempuh Jalur Eksklusif

Gambar atau konten salah?

Pada akhir pekan, kapal pesiar superyacht bernama Nord berhasil menembus Selat Hormuz, jalur perairan yang selama ini ditutup bagi kapal komersial.

Dengan panjang 141 meter dan nilai lebih dari USD 500 juta, kapal ini dikaitkan dengan Alexei Mordashov, orang terkaya di Rusia, yang memimpin perusahaan baja dan pertambangan terbesar, Severstal.

Mordashov berusia 60 tahun dan memiliki kekayaan sekitar USD 37 miliar. Meskipun tidak tercatat sebagai pemilik resmi, catatan menunjukkan Nord didaftarkan pada perusahaan milik istrinya pada tahun 2022.

Setelah menjalani pemeliharaan di Dubai, kapal ini berlayar di bawah bendera Rusia. Pada hari Sabtu, ia meninggalkan Dubai dan menyeberangi Selat Hormuz, menjadi salah satu kapal pribadi yang berhasil melintas sejak perang di Iran dimulai.

Kapal ini tiba di Muscat, ibu kota Oman, pada Minggu pagi, menurut data sistem pelacakan laut.

Menurut sumber, perjalanan ini tidak menimbulkan masalah bagi Iran maupun Amerika Serikat. Nord tidak bersandar di pelabuhan Iran dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan negara tersebut.

Sumber tersebut mengutip: “Iran tidak mencampuri pergerakannya, karena ini adalah kapal sipil negara sahabat yang transit damai. Pihak Amerika juga tak mempermasalahkan pergerakannya, karena kapal tersebut tidak bersandar di pelabuhan-pelabuhan Iran dan tak punya hubungan apa pun dengan Iran,”

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam dunia. Sejak blokade, hanya segelintir kapal, terutama kapal niaga, yang dapat melewati jalur tersebut.

Teknologi Nord dibangun di galangan Jerman, Lurssen, dan diserahkan pada tahun 2021. Berat kotornya 10.154 ton, dengan enam tingkat geladak. Kapal ini dilengkapi dua mesin diesel MTU, masing-masing hampir 5.000 hp, dan dapat mencapai kecepatan maksimal 20 knot.

Dengan lebar badan 19,5 meter dan sarat air 5,4 meter, Nord dirancang agar tetap stabil di perairan berarus kuat. Sistem stabilisator kecepatan nol membantu mengurangi goyangan saat berhenti atau berlabuh.

Kapal ini memiliki dua landasan helikopter. Landasan utama terletak di haluan, menyerupai geladak kapal induk. Landasan kedua berada di geladak anjungan, dilengkapi hanggar teleskopik yang dapat ditarik untuk melindungi helikopter.

Garasi utama menampung hovercraft, jet ski, perahu kecil, serta kapal selam kompak. Sistem derek dan platform hidrolik mengontrol peluncuran serta penarikan kembali semua kendaraan ini dengan presisi.

Kapasitas Nord dapat menampung 36 tamu dan 42 awak. Fasilitas di dalamnya meliputi kolam renang, gym, bioskop, jacuzzi, dan ruang pertemuan.

Perjalanan ini menyoroti dinamika geopolitik di Teluk Persia. Meskipun jalur perairan tetap terjaga, kapal pribadi dengan status sipil dapat menembus blokade, menunjukkan adanya ruang bagi pelayaran damai di wilayah yang tegang.

Kapal superyacht ini menjadi contoh bagaimana teknologi dan status diplomatik dapat mempengaruhi akses ke jalur laut strategis. Keberhasilan Nord menembus Selat Hormuz menambah catatan unik dalam sejarah pelayaran di kawasan tersebut.

NordSelat HormuzsuperyachtAlexei MordashovSeverstalTeluk PersiaBlokadeLurssen

Komentar

Memuat komentar...