Surabaya: Penjelasan Sai Haji, Ritual Jalan 7 Kali

Ratna D. · 3 min baca · 29 hari lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Surabaya: Penjelasan Sai Haji, Ritual Jalan 7 Kali

Gambar atau konten salah?

Surabaya – Sai merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan haji yang dilakukan dengan berjalan bolak‑balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Amalan ini bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi sarat makna spiritual yang meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk putranya, Nabi Ismail. Setiap langkah di antara dua bukit ini dianggap sebagai perpanjangan doa dan pengabdian, menegaskan kesabaran dan keteguhan hati. Haji yang lengkap tidak lepas dari rangkaian sai, karena ia menandai perjalanan spiritual jemaah menuju kedekatan dengan Allah.

Para ulama, termasuk Imam Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, sepakat bahwa sai termasuk rukun haji. Bahkan Imam Hanafi berpendapat bahwa sai adalah wajib haji yang tidak membatalkan haji apabila tidak dilaksanakan, tetapi tetap menyebabkan dam atau denda. Pendapat ini menegaskan bahwa sai bukan sekadar tambahan, melainkan bagian integral dari ibadah haji. Tanpa sai, ibadah haji dianggap tidak lengkap menurut pandangan mayoritas ulama.

Untuk melaksanakan sai secara sah dan khusyuk, jemaah perlu memahami tata cara sai dari Safa ke Marwah secara benar, lengkap dengan bacaan doa yang dianjurkan di setiap titik perjalanan. Panduan ini bersumber dari “Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah” serta “Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah” yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI. Dokumen tersebut menjadi rujukan resmi bagi jemaah haji di seluruh dunia, memastikan setiap langkah dilakukan sesuai tuntunan agama.

Dimulai dari Bukit Safa dan Berakhir di Bukit Marwah – Jemaah dapat melaksanakan sai setelah melakukan tawaf ifadah. Sai dimulai dari Bukit Safa menuju Bukit Marwah dengan berjalan biasa, tetapi jemaah lelaki disunahkan berjalan cepat atau berlari‑lari kecil di titik tertentu sepanjang lampu hijau. Sementara jemaah perempuan tidak disunahkan untuk berlari‑lari kecil. Pada setiap lampu hijau, jemaah lelaki biasanya menyesuaikan langkah agar tetap dalam batas waktu yang ditentukan. Peraturan ini bertujuan menjaga ketertiban dan kelancaran proses sai bagi semua jemaah.

Menyempurnakan tujuh kali Perjalanan – Perjalanan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya dihitung satu kali perjalanan. Pengerjaan sai dilakukan secara berturut‑turut (muwalat) tanpa berhenti kecuali ada uzur. Setiap kali jemaah melewati bukit, ia harus memastikan langkahnya tidak terhenti, karena setiap jeda dapat memengaruhi kelancaran rangkaian. Jemaah yang mengalami kesulitan fisik diizinkan untuk berhenti sejenak, namun harus segera melanjutkan setelah kesembuhan.

Membaca Ayat Al‑Qur’an dan Berdoa – Dalam perjalanan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah, jemaah haji disunahkan berzikir kepada Allah SWT, membaca ayat‑ayat Al‑Qur’an, dan berdoa untuk keselamatan dunia akhirat. Praktik ini menambah nilai spiritual, mengingatkan jemaah akan tujuan akhir ibadah. Selain itu, membaca Al‑Qur’an di tempat suci dianggap sebagai amalan yang sangat dianjurkan, memperkuat ikatan jemaah dengan kitab suci.

Bacaan Doa Sai – Bacaan doa saat melaksanakan sai dari Safa ke Marwah menjadi amalan penting yang dianjurkan untuk menambah kekhusyukan dalam ibadah haji maupun umrah. Meski tidak ada doa yang benar-benar wajib, jemaah dianjurkan memperbanyak dzikir, takbir, dan permohonan kepada Allah di setiap perjalanan antara dua bukit tersebut sebagai bentuk penghayatan atas makna spiritual di balik ibadah sai. Doa ini membantu jemaah tetap fokus, mengingatkan akan tujuan ibadah, dan menumbuhkan rasa syukur.

Doa Ketika Pertama Kali Mendekati Safa

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَرَسُولُهُ إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أو اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ

Arab Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim wa rasuluh. Innash shofaa wal marwata min sya'airillah, fa man hajjal baita awi' tamara falaa junaaha 'alaihi an yat thouwwada bihimaa, wa man tathouwwa'a khoiron fa innallaha syaakirun 'aliim. Abda'u bimaa bada'allahu bihi wasuluh.

Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui. Aku memulai sai dengan apa yang Allah dan Rasul‑Nya memulai.

Doa di Atas Bukit Safa Ketika Menghadap Ka'bah

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَاللَّهِ الْحَمْدُ. اَللَّهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا الْحَمْدُ للهِ عَلَى مَا أَوْلَانَا. لَا إِلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لاَشَريكَ لَهُ. لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْيْ قَدِيْرٌ. أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْحَمْدُ لله رب العالمين

Arab Latin: Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar walilahil hamd. Allahuakbar 'alaa maa hadaanal hamdullahi 'alaa maa aulaana. La

saihajiBukit SafaBukit Marwahulamadoadzikir

Komentar

Memuat komentar...