Tamchy SFIT Buka Pusat Bisnis di Tepi Danau Issyk‑Kul
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Kawasan Investasi Keuangan Khusus Tamchy (Tamchy SFIT) membuka pusat bisnis pertamanya di tepi Danau Issyk‑Kul, Republik Kirgiz. Pusat ini akan menampung kantor perusahaan pengelola dan menyiapkan fasilitas bagi para penghuni (residen) di masa depan.
Pusat bisnis seluas 3.850 meter persegi dilengkapi ruang kantor, ruang kerja bersama (co‑working space), aula konferensi multifungsi, ruang pertemuan, serta restoran dan kafe yang direncanakan dibuka dalam beberapa bulan ke depan.
“Tamchy SFIT hadir tepat pada saat dunia bisnis internasional sedang aktif mencari jangkar kepercayaan baru. Pembukaan pusat bisnis pertama kami menandai dimulainya kehidupan operasional yang nyata di wilayah ini,” kata Ayaz Baetov, Ketua Dewan Manajemen Tamchy SFIT sekaligus Menteri Kehakiman Republik Kirgiz, dalam siaran pers, Rabu (03 Juni 2026).
“Kami sedang membangun jembatan keuangan dan logistik antara pasar CIS, Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika—dan hari ini, jembatan tersebut memiliki alamat pertamanya. Lokasi ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut para penghuni pertamanya,” imbuhnya.
Sebelum pembukaan, Dewan Manajemen telah membentuk perusahaan pengelola, menyetujui rencana pengembangan pusat keuangan, dan mengadopsi paket regulasi awal. Proses seleksi untuk Ketua dan hakim di Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa juga sedang berlangsung.
Tamchy SFIT didirikan berdasarkan Undang‑Undang No. 136 Republik Kirgiz, tertanggal 10 Juli 2025, di area sekitar 6.000 hektare di tepi Danau Issyk‑Kul.
Para penghuni akan beroperasi berdasarkan prinsip hukum umum Inggris (English common law), mendapatkantarif pajak nol selama 49 tahun, serta hak penuh untuk memulangkan keuntungan ke negara asal.
Pada tahun 2035, kawasan ini menargetkan menampung lebih dari 3.900 perusahaan dan menciptakan lebih dari 10,000 perkerjaan.
Dengan fasilitas lengkap dan kebijakan fiskal menarik, Tamchy SFIT diharapkan menjadi pusat keuangan regional yang memfasilitasi konektivitas antar pasar besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
