Tanggul Laut Pantura Jawa: Perencanaan Awal, Anggaran US$80‑100 miliar

Nita W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Tanggul Laut Pantura Jawa: Perencanaan Awal, Anggaran US$80‑100 miliar

Gambar atau konten salah?

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan bahwa proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di Pantai Utara Jawa masih berada di tahap perencanaan awal.

Menurut AHY, perencanaan ini harus matang sebelum pembangunan dimulai. “Pasalnya, pembangunan tanggul raksasa dibuat bukan hanya untuk satu tahun, dua tahun saja. Nah di situlah kerja besar, Ini bukan setahun-dua tahun, ini 10-20 tahun, bahkan mungkin lebih. Tetapi yang jelas harus mulai kita sempurnakan perencanaannya dulu, blueprint-nya, baru setelah itu tahap demi tahap kita mulai bangun,” ujarnya saat ditemui di Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis, 16 April 2026.

AHY menekankan komitmen pemerintah untuk memajukan proyek tersebut. “Hal ini menjadi krusial karena sejumlah wilayah di Pantura mengalami penurunan muka tanah (land subsidence) serta semakin sering terdampak banjir rob.” Intinya, kami sebagai Kemenko Infrastruktur tentunya juga ingin memberikan support, memastikan karena memang perlindungan Pantura Jawa ini sudah sangat mendesak. Banyak wilayah yang semakin turun tanahnya, land subsidence, tapi juga banjir rob terus mengintai. Sehingga kita harus memproteksi, salah satunya dengan membangun tanggul laut,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang anggaran, AHY menjawab masih dalam perhitungan. “Ya, ini terus kita hitung dan nanti akan kita sampaikan pada kesempatan yang lain, ya,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan kebutuhan anggaran mencapai US$ 80-100 miliar atau sekitar Rp 1.344-1.680 triliun. Anggaran tersebut berasal dari kombinasi APBN, kerja sama dengan investor, hingga investasi swasta murni. “Tapi besar secara keseluruhan sudah ada hitungannya sekitar US$ 80 miliar sampai US$ 100,” kata Didit dalam konferensi pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Senin, 23 Februari 2026.

Didit menjelaskan bahwa anggaran tersebut akan dipakai membangun tanggul sepanjang 535 kilometer Pantura Jawa. Nilai tersebut dihitung untuk pembangunan jangka panjang yang dirancang bukan hanya untuk satu atau dua tahun, melainkan untuk 100 hingga 300 tahun ke depan. “Memang biayanya besar, betul. Kita bukan bangun untuk 1 tahun, 2 tahun, tapi untuk 100, 200, 300 tahun ke depan,” tuturnya.

Proyek ini dipandang sebagai upaya penting untuk melindungi wilayah pesisir yang rentan terhadap penurunan tanah dan banjir. Dengan perencanaan yang teliti dan dukungan anggaran yang memadai, pemerintah berharap dapat menyiapkan infrastruktur yang tahan lama bagi jutaan penduduk di Pantura Jawa.

Tanggul Laut RaksasaPantai Utara JawaPenurunan Muka TanahBanjir RobAnggaran US$80-100 miliarJarak 535 kmProyek 100-300 Tahun

Komentar

Memuat komentar...