Tarif 0% untuk Ekspor Tekstil Indonesia ke AS Hanya untuk Kapas

Ayu W. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Tarif 0% untuk Ekspor Tekstil Indonesia ke AS Hanya untuk Kapas

Gambar atau konten salah?

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa tidak semua produk tekstil dari Indonesia yang akan diekspor ke Amerika Serikat (AS) akan mendapatkan tarif 0%. Kesepakatan tarif 0% untuk produk tekstil tercantum dalam perjanjian perdagangan Indonesia dengan AS yang disebut Agreement Reciprocal Tariff (ART).

Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, menjelaskan bahwa hanya komoditas berbahan baku kapas dan turunannya yang mendapatkan fasilitas tarif 0%. Sementara itu, produk hilir seperti pakaian jadi akan dikenakan tarif 19%. Faisol menegaskan, "Iya, tapi yang bahan baku kapas itu saja yang nol persen. Jadi, tetap ada yang kena 19%," saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat pada 13 Maret 2026.

Faisol juga menyampaikan bahwa saat ini tim negosiasi sedang membahas aturan teknis dari kesepakatan dagang tersebut. "Ini secara teknis masih dalam pembahasan. Gambaran umumnya, yang bahan baku kapas itu (tarif) nol persen. Tim negosiasi masih memperjuangkan, pembahasan teknisnya masih berlangsung," tambahnya.

Pemerintah Indonesia dan AS telah sepakat untuk menghapus tarif Bea Masuk 0% bagi produk tekstil dan garmen asal Indonesia melalui skema kuota tertentu. Kesepakatan kedua negara ini menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), yang memungkinkan volume tertentu dari impor tekstil dan garmen dari Indonesia masuk ke AS dengan tarif 0%. Namun, volume tersebut ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku tekstil yang diimpor Indonesia dari AS, seperti kapas dan serat buatan.

Seluruh poin kerja sama ini telah dicatat dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang telah resmi ditandatangani. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan jika dihitung dengan keluarga, akan berdampak pada sekitar 20 juta masyarakat Indonesia.

Kesepakatan ini menunjukkan langkah penting dalam hubungan perdagangan antara Indonesia dan AS, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi, terutama terkait tarif yang dikenakan pada produk hilir.

Kementerian Perindustrianproduk tekstiltarif 0%Amerika Serikatkapaskesepakatan dagangBea MasukTariff Rate Quota

Komentar

Memuat komentar...