Tekstil Indonesia Naik 3,55% 2025, Ekspor US$12,08 Miliar

Kartika D. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 118 dibaca
Bisik.id
Tekstil Indonesia Naik 3,55% 2025, Ekspor US$12,08 Miliar

Gambar atau konten salah?

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di Indonesia tumbuh 3,55 % pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menandai peningkatan aktivitas produksi dan penjualan di sektor ini.

Nilai ekspor TPT mencapai US$ 12,08 miliar, sedangkan surplus perdagangan mencapai US$ 3,45 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh ekspor pakaian jadi, yang menjadi komponen utama dalam perdagangan luar negeri Indonesia.

Dari sisi investasi, sektor TPT berhasil menarik dana sebesar Rp 20,23 triliun. Investasi ini tidak hanya menambah modal, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi 3,96 juta orang, setara 19,48 % dari total tenaga kerja di sektor industri pengolahan.

“Dari kinerja tersebut, industri TPT juga mencerminkan masih terjaganya kepercayaan dari pihak investor untuk membawa investasinya ke Indonesia di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global saat ini,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Kamis 16 April 2026.

Agus mengakui bahwa industri TPT masih menghadapi tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku global, disrupsi rantai pasok, dan dinamika permintaan pasar internasional. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha sangat penting untuk merumuskan langkah antisipatif yang tepat dan terukur.

Pemerintah terus memantau situasi global, termasuk dinamika perdagangan internasional, perubahan struktur rantai pasok, serta kebijakan negara-negara mitra dagang. Menurut Menteri, penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 menjadi sangat strategis karena juga berfungsi sebagai platform business matching. Pameran ini mempertemukan pelaku industri nasional dan internasional, sekaligus membuka peluang kemitraan dan investasi.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan inovasi, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi. Dalam pandangan pemerintah, hal ini merupakan hal positif. Lebih dari itu, pameran ini dapat menunjukkan kepada masyarakat, baik di dalam negeri maupun global, sebagai platform yang menumbuhkan optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor sunrise.

Untuk memperkuat industri TPT, Kemenperin berkomitmen menjaga dan memperluas akses pasar domestik maupun ekspor. Selain itu, kementerian akan mengawal pemberian fasilitas fiskal dan nonfiskal guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan transformasi industri dari hulu hingga hilir. Di konteks global, pergeseran rantai pasok akibat dinamika geopolitik dan diversifikasi basis produksi membuka peluang relokasi investasi dan kemitraan strategis. Tren ini juga diperkuat oleh meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil berkelanjutan.

Menperin menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah ketidakpastian global. “Kami meyakini bahwa kondisi geopolitik dan ketidakpastian pasar ini tidak akan berlangsung lama. Oleh karena itu, optimisme menjadi penting. Pelaku industri yang mampu bertahan dan resilien akan lebih cepat bangkit dan melesat ketika situasi kembali normal,” tegasnya.

Agus menambahkan, sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 5,30 %, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir. Sektor industri pengolahan berkontribusi 19,07 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, serta mendominasi ekspor hingga 84,89 % dari total nilai ekspor nasional. Selain itu, sektor ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 20,31 juta orang.

Di tengah tantangan global, kinerja industri manufaktur tetap menunjukkan ketahanan. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Maret 2026 yang berada di level 51,86, masih berada pada fase ekspansi.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa industri TPT Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitatif, tetapi juga semakin menarik minat investor. Pertumbuhan ekspor, investasi, dan penciptaan lapangan kerja menandai sektor ini sebagai pendorong penting bagi perekonomian nasional. Kekuatan sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global dan memanfaatkan peluang yang muncul.

Industri TekstilEkspor Pakaian JadiInvestasi TPTIndo IntertexGeopolitik GlobalRantai PasokTekstil BerkelanjutanPekerjaan Industri

Komentar

Memuat komentar...