Telur 3D Cetak Menetas Ayam: Karya Pertama Colossal Biosciences

Yanto K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Telur 3D Cetak Menetas Ayam: Karya Pertama Colossal Biosciences

Gambar atau konten salah?

Colossal Biosciences, sebuah perusahaan yang berbasis di Dallas, Amerika Serikat, mengumumkan pada 20 Mei 2026 bahwa mereka berhasil menetaskan anak ayam dari telur cetak 3D. Perusahaan ini menyebut dirinya sebagai “perusahaan de‑ekstensi pertama di dunia” dan menegaskan bahwa telur buatan yang mereka kembangkan sepenuhnya artifisial.

Telur buatan ini tampak seperti cangkir plastik biasa, tetapi sebenarnya terbuat dari cetakan 3D. Yang membuatnya unik adalah membran silikon yang melapisi bagian dalam struktur kisi. Membran ini memungkinkan oksigen melewati telur, mirip dengan cara telur sungguhan menyalurkan udara ke embrio.

Untuk menguji telur tersebut, para peneliti menuangkan isi telur biologis ke dalam telur buatan. Mereka kemudian membuat jendela kecil di bagian atas agar dapat mengintip ke dalamnya. Proses ini berhasil menghasilkan anak ayam hidup, menandakan bahwa sistem ini dapat mengekspresikan perkembangan embrio secara alami.

Colossal Biosciences menegaskan bahwa sistem ini dapat diukur dan akurat secara biologis. Namun, untuk tujuan “menghidupkan kembali” spesies yang punah, seperti burung Dinornis robustus atau moa raksasa Pulau Selatan, masih ada tantangan besar. Perusahaan harus mempelajari DNA burung yang telah punah dari tulang-tulang tua dan melakukan ribuan perubahan genetik pada genom burung yang masih ada.

Inovasi telur buatan ini bukan yang pertama. Pada tahun 1998, ilmuwan Jepang berhasil menetaskan anak burung puyuh dari telur buatan. Namun, sistem mereka memerlukan suplementasi oksigen tambahan, yang menyebabkan beberapa anak burung mengalami cacat genetik atau gagal menetas sama sekali. Membran silikon yang dibuat oleh Colossal Biosciences memungkinkan oksigen menembus secara alami, sehingga mengurangi risiko tersebut.

“Langkah ini bisa sangat penting, bisa luar biasa,” kata Paul Mozdziak, seorang ahli biologi sel punca di North Carolina State University di Raleigh, tentang telur buatan tersebut. Ia menambahkan, “Tanpa data, sangat sulit untuk menilai dampak sebenarnya,” pungkasnya.

Selain inovasi telur buatan, perusahaan Kewpie di Jepang pernah membuat telur mentah “palsu”. Dalam 10 tahun, mereka mengembangkannya hingga menjadi alternatif topping bento yang enak dan praktis. Telur mentah palsu ini dapat berubah menjadi saus nikmat ketika dipanaskan, namun juga dapat dimakan dalam keadaan dingin. Bahan pembuatannya antara lain dekstrin, sirup glukosa, minyak sayur, gelatin, garam, agar, protein putih telur, trehalosa, polisakarida, asam amino, zat penyesuai PH, dan pewarnaan karotenoid. Berbagai bahan ini mampu menghasilkan kuning telur palsu mirip dengan aslinya.

Dengan teknologi ini, Colossal Biosciences berharap dapat membuka pintu bagi de‑ekstensi spesies burung yang punah, sekaligus membantu pelestarian spesies yang terancam. Meski masih banyak rintangan, langkah ini menunjukkan bahwa kombinasi biologi dan rekayasa dapat membawa inovasi yang sebelumnya hanya ada dalam fiksi ilmiah menjadi kenyataan.

telur cetak 3DColossal Biosciencesmembran silikonde‑ekstensi spesiestelur buatanbiologi sel puncarekayasa genetika

Komentar

Memuat komentar...