Tempe Mentah Tidak Aman: Risiko Bakteri dan Nutrisi
Gambar atau konten salah?
Beberapa nutrisi dalam makanan dapat rusak ketika dipanaskan atau diproses. Karena alasan ini, ada anggapan bahwa makan tempe mentah memberi manfaat ekstra, karena protein tetap utuh.
Namun, proses pembuatan tempe dimulai dengan merebus kedelai terlebih dahulu. Setelah itu, biji kedelai diolah menjadi adonan yang kemudian difermentasi. Fermentasi ini berlangsung selama beberapa hari. Selama periode tersebut, kontaminasi mikroba menjadi risiko nyata, karena tidak ada sistem pengawasan yang ketat di setiap tahap.
Para pakar biasanya menyarankan agar tempe dikonsumsi setelah dimasak. Mereka menegaskan bahwa kerusakan nutrisi menjadi signifikan hanya bila bahan diproses secara berlebihan. Dalam praktiknya, memasak tempe dapat menghilangkan risiko bakteri dan memastikan protein tetap aman untuk tubuh.
Oleh karena itu, meski ide tempe mentah terdengar menarik, langkah aman tetaplah memasak tempe sebelum dimakan. Ini mengurangi potensi kontaminasi dan menjaga kualitas nutrisi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
