Terminal Kijing Siap Operasional Penuh, Jalan Tol Dukungan

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Terminal Kijing Siap Operasional Penuh, Jalan Tol Dukungan

Gambar atau konten salah?

Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, sedang dipacu menuju operasional penuh. Pada 05 Mei 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lain. Tujuannya: memperkuat sinergi untuk mempercepat operasional terminal melalui penguatan konektivitas infrastruktur dan ekosistem logistik.

Ruang pertemuan FGD dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Kabupaten Mempawah, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta sejumlah BUMN dan pihak terkait. Setelah diskusi, para peserta melakukan kunjungan lapangan ke Terminal Kijing untuk melihat kondisi secara langsung.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, menegaskan bahwa dukungan konektivitas, khususnya akses jalan menuju terminal, menjadi faktor kunci. Ia berkata, “Keberhasilan Terminal Kijing sangat bergantung pada konektivitas yang terintegrasi, terutama dari sisi infrastruktur jalan.”

Roy menjelaskan bahwa percepatan pembangunan akses jalan, jembatan, dan rencana jalan tol menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran arus logistik. Ia menambahkan, “Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam skema pembiayaan dengan melibatkan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Dukungan investasi yang terintegrasi akan membantu menekan biaya pembangunan dan berdampak pada tarif tol yang lebih terjangkau.”

Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bandara Supadio dengan Terminal Kijing sepanjang kurang lebih 100 kilometer. “Integrasi ini akan mempercepat arus logistik sekaligus meningkatkan daya saing wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan operasional Terminal Kijing. Ia mengatakan, “Keberadaan Terminal Kijing sangat penting bagi masyarakat Kalimantan Barat, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperlancar distribusi logistik.” Krisantus menekankan pentingnya pembangunan akses yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kami berharap pembangunan akses menuju Terminal Kijing dapat mengedepankan jalan umum, sehingga manfaatnya tidak hanya untuk logistik tetapi juga mobilitas masyarakat secara lebih luas,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Komersial Pelindo Farid Padang menegaskan kesiapan operasional Terminal Kijing serta komitmen Pelindo dalam mendorong optimalisasi pemanfaatannya. Ia menyatakan, “Kami memastikan kesiapan operasional Terminal Kijing, baik dari sisi fasilitas, layanan, maupun dukungan ekosistem di dalam kawasan pelabuhan.” Farid menambahkan, “Pelindo terus mendorong peningkatan utilisasi terminal melalui penguatan arus kargo dan integrasi dengan kawasan industri di sekitarnya.” Ia menutup dengan, “Optimalisasi Terminal Kijing tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada dukungan konektivitas serta kepastian pipeline kargo. Dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis terminal ini dapat meningkatkan efisiensi rantai logistik di Kalimantan Barat.”

Para pihak yang hadir melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung percepatan operasional penuh Terminal Kijing. Para penandatangan antara lain Direktur Komersial Pelindo Farid Padang, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan Anto Julianto, Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, serta Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi Burbadi.

Dengan sinergi yang terjalin, Terminal Kijing diharapkan dapat segera beroperasi secara penuh, meningkatkan arus logistik, dan memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai hub multimoda di Indonesia. Koneksi jalan tol sepanjang 100 kilometer dan dukungan lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Terminal KijingKalimantan BaratPelindokonektivitasinfrastruktur jalanlogistikjalan tol

Komentar

Memuat komentar...