Thailand Dorong Kerja Sama Pangan dengan Indonesia
Gambar atau konten salah?
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan harapannya agar kerja sama di bidang pangan antara Indonesia dan Thailand bisa semakin erat. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 08 Agustus 2026, Anutin mengajukan sejumlah usulan kerja sama yang mencakup beras, alat pertanian, dan pupuk.
"Saya mengusulkan agar kita menjajaki lebih banyak kerja sama di bidang-bidang berikut. Di bidang beras, Thailand siap menjadi pemasok beras berkualitas tinggi yang dapat diandalkan untuk Indonesia," kata Anutin.
Tidak hanya beras. Anutin juga meminta agar Indonesia membuka pintu lebih lebar untuk impor produk pertanian dan peternakan dari Thailand. Produk yang dimaksud meliputi daging, susu, hingga mesin-mesin dan alat pertanian. "Di bidang perdagangan pertanian, saya meminta dukungan Indonesia untuk meningkatkan impor produk daging dan susu pertanian Thailand serta mesin-mesin ke Indonesia," jelasnya.
Sebagai imbalan, Thailand berjanji akan meningkatkan pembelian pupuk urea dari Indonesia. Saat ini, volume impor pupuk urea dari Indonesia ke Thailand berada di angka sekitar 60.000 ton per tahun. Anutin menyebut angka itu bisa dinaikkan hingga mencapai ratusan ribu ton per tahun. "Di bidang pupuk, sebagai imbalannya, kami juga ingin mengimpor lebih banyak pupuk urea dari Indonesia. Bahwa kita dapat meningkatkan volume produksi saat ini dari sekitar 60.000 ton per tahun menjadi ratusan ribu ton per tahun," papar Anutin.
Di sektor perikanan, Anutin berharap Indonesia dan Thailand segera menyelesaikan rancangan kerja sama untuk memerangi praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur. Menurut Anutin, Thailand telah mengirimkan rancangan tersebut ke Indonesia pada Desember tahun lalu. "Ini akan membuka jalan bagi potensi usaha patungan di bidang perikanan," terangnya.
Usulan-usulan ini menunjukkan bahwa Thailand melihat Indonesia sebagai mitra strategis di sektor pangan dan pertanian. Dari sisi Thailand, mereka ingin menjadi pemasok beras andal sekaligus membuka pasar untuk produk peternakan dan alat pertaniannya. Sementara itu, Indonesia berpotensi mendapatkan pasar baru untuk pupuk urea sekaligus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan penangkapan ikan ilegal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
