Thomas Cup 2026: Indonesia Gagal Lolos Grup, Satu Kemenangan
Gambar atau konten salah?
Thomas Cup 2026 menandai sejarah pahit bagi Tim Merah Putih ketika Indonesia gagal lolos dari fase grup. Untuk pertama kalinya, tim putra tidak dapat keluar dari penyisihan grup.
Di Grup D, laga terakhir menandai kekalahan 1-4 melawan Prancis. Pasangan Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil menutup pertandingan dengan satu kemenangan, namun skor 1-4 menandai akhir perjalanan Indonesia.
Ketiga pemain tunggal putra—Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting—tidak dapat mencetak poin dalam tiga partai awal. Keempat, pasangan Sabar Karyaman Gutama dan Mohammad Reza Pahlevi Isfahani juga gagal membawa kemenangan.
Jumlah kemenangan satu saja tidak cukup. Untuk tetap berpeluang lolos, Indonesia harus meraih minimal dua kemenangan di grup. Kegagalan ini menambah catatan buruk dalam sejarah Thomas Cup, ajang yang selama ini dianggap sebagai salah satu kekuatan bulu tangkis dunia.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Liem Swie King, mengungkapkan kesedihannya. “Respon saya yang pertama sedih,” kata Liem kepada 29 April 2026 saat ditanya soal kegagalan Timnas Putra Indonesia.
Ia menegaskan bahwa ia terus memantau perkembangan pemain Indonesia, termasuk saat menghadapi Prancis. “Yang perlu di perbaiki hanya satu. Latihan, latihan dan latihan yang lebih keras lagi,” ujarnya, menekankan perlunya evaluasi menyeluruh.
Hasil ini menjadi pengingat bagi Indonesia bahwa persaingan di Thomas Cup semakin ketat. Kemenangan satu saja tidak cukup; tim harus meningkatkan konsistensi dan ketahanan mental untuk menembus fase berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Wakil Indonesia Tersingkir di 16 Besar Japan Open
Setahun Berpartner, Fajar/Fikri Kembali ke Japan Open
Alwi Farhan Bangkit, Kalahkan Lanier di Japan Open
Lima Wakil Indonesia Bertanding di Japan Open 2026
Putri Kusuma Tak Khawatir Tanpa An Se Young
Fajar/Fikri Kalahkan Popov Bersaudara di Japan Open
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
