Tidak Perlu Merendam Telur, Simpan Kering untuk Keamanan
Gambar atau konten salah?
Di banyak rumah, mencuci telur sebelum dimasukkan ke dalam kulkas atau chiller tampak menjadi kebiasaan yang sudah terpatri. Tujuannya jelas: menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada cangkang, sehingga telur terlihat lebih bersih. Bagi sebagian orang, telur yang bersih lebih higienis dan aman dikonsumsi.
Namun, di dunia keamanan pangan, tindakan mencuci tidak selalu membawa manfaat. Pada akhir tahun lalu, topik ini kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Orang-orang mulai bertanya: apakah benar harus mencuci telur sebelum disimpan? Ada yang berpendapat sebaiknya telur dicuci, sementara yang lain menyarankan agar telur dibiarkan tidak dicuci sama sekali.
Untuk memahami perdebatan ini, penting mengetahui apa yang sebenarnya ada di balik cangkang telur. Telur dilapisi sebuah pelindung tipis yang disebut kutikula atau bloom. Lapisan ini hampir tidak terlihat, namun menutupi seluruh permukaan cangkang seperti film transparan. Fungsinya adalah menutup ribuan pori mikroskopis yang ada pada cangkang, sehingga bakteri tidak mudah menembus ke dalam.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Foods pada tahun 2021 menunjukkan bahwa kutikula membantu menurunkan risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella dan Escherichia coli pada telur segar. Namun, lapisan ini sangat rapuh terhadap air dan gesekan. Saat telur dicuci, terutama di bawah air mengalir atau digosok, kutikula dapat terangkat. Hasilnya, cangkang terlihat lebih bersih, tetapi pelindung alami berkurang, sehingga bakteri dari lingkungan dapat masuk lebih mudah.
Setelah mencuci, kebiasaan lain yang sering terjadi adalah langsung menaruh telur ke dalam kulkas tanpa benar-benar mengeringkannya. Cangkang yang masih lembap menciptakan lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Studi di Journal of Food Protection menunjukkan bahwa peningkatan kelembapan pada permukaan cangkang meningkatkan risiko bakteri menembus pori-pori telur. Mikroorganisme yang berada di permukaan dapat masuk ke dalam telur melalui pori mikroskopis, sehingga telur yang tampak bersih justru memiliki peluang kontaminasi yang lebih besar ketika disimpan dalam keadaan basah.
Dengan demikian, pertanyaan utama menjadi: Apakah telur harus dicuci sebelum disimpan? Jawabannya sederhana: telur lebih aman disimpan dalam kondisi kering, agar kutikula tetap utuh. Ketika cangkang tetap kering, kutikula menutup sebagian pori-pori, sehingga bakteri dari lingkungan sulit menembus ke dalam.
Langkah yang lebih praktis dimulai saat membeli telur. Pilih telur yang cangkangnya bersih dan tidak banyak kotoran menempel. Jika masih terdapat kotoran pada beberapa telur, cangkang biasanya cukup dibersihkan sesaat sebelum telur diolah atau dimasak. Tidak perlu mencuci telur sebelum disimpan di kulkas, karena proses pencucian justru dapat menghilangkan pelindung alami dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Selain itu, menjaga suhu kulkas pada kisaran 4 °C dan menempatkan telur di rak terpisah dari makanan lain dapat membantu menjaga kualitas telur. Suhu dingin memperlambat pertumbuhan bakteri, sementara rak terpisah mengurangi risiko kontaminasi silang.
Untuk orang yang masih ragu, mengamati kondisi telur sebelum memasak juga penting. Telur yang masih dalam kondisi kering dan tidak mengeluarkan bau tidak sedap biasanya aman dikonsumsi. Jika telur terasa lembap atau mengeluarkan bau aneh, sebaiknya tidak dikonsumsi.
Kesimpulannya, mencuci telur sebelum disimpan tidak dianjurkan karena dapat menghilangkan pelindung alami dan menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri. Pilih telur bersih, simpan dalam keadaan kering, dan jaga suhu kulkas agar tetap dingin. Dengan cara ini, telur dapat disimpan lebih aman tanpa perlu mencuci terlebih dahulu.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Makanan Harian yang Sehatkan Jantung Menurut Penelitian
Minum Kopi Tiap Hari? Ini Efeknya pada Hati Anda
Rahasia Umur Panjang: 5 Makanan Ini Dikonsumsi Centenarian
Sarikaya, Bukan Apel, Jadi Buah Paling Sehat Versi BBC
Enam Manfaat Rutin Konsumsi Buah dan Sayur Setiap Hari
Kalori Kopi Hitam Hanya 2-5 Per Cangkir
Berita Terbaru
Studi Baru Bantah CO2 Penyebab Utama Antartika Membeku
Nekat Bakar Rumah Mantan Mertua, Wanita di PALI Diamuk Warga
11 Galon Berisi Uang Dolar Disita dari Rumah Eks Pejabat Irak
Trans Hotel Diskon 20% untuk Liburan Sekolah
BMKG: Hanya Satu Wilayah Lampung Diguyur Hujan Ringan
Megawati Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayatollah Khamenei
9 Juli 2026 Tepat 24 Muharram 1448 H, Ini Daftar Lengkap
Pendaftaran TKA 2026 Dimajukan
Polemik Seleksi JPTP Rembang, Bupati Perintahkan Ulang dari Awal
