Tol Serpong‑Bogor: 32 km, Rp 12,35T, 80% perencanaan

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Tol Serpong‑Bogor: 32 km, Rp 12,35T, 80% perencanaan

Gambar atau konten salah?

JakartaKementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mempercepat pembangunan Tol Serpong‑Bogor via Parung. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas di kawasan Jabodetabek.

Jalan tol sepanjang 32 kilometer memerlukan investasi sebesar Rp 12,35 triliun. Pembangunan ini berlangsung melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Menurut Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, proyek masih berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis. Ia menegaskan, “Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini.” Keterangan ini diterbitkan pada 25 Mei 2026.

Proyek tol ini diproyeksikan dapat mempersingkat waktu tempuh dari Bogor ke Tangerang menjadi sekitar 45 menit. Dari sisi teknis, tol akan dilengkapi dua junction utama, yaitu Junction Salabenda dan Junction Serpong, serta tiga simpang susun di Pondok Udik, Putat Nutug, dan Rumpin.

Perusahaan yang akan membangun tol ini adalah PT Bogor Serpong Infra Selaras, sebuah konsorsium yang terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra. Masa konsesi untuk proyek ini ditetapkan selama 40 tahun.

Ruas tol dibagi menjadi empat seksi:

  • Seksi I Salabenda‑Pondok Udik sepanjang 3,97 km
  • Seksi II Pondok Udik‑Putat Nutug sepanjang 9,27 km
  • Seksi III Putat Nutug‑Rumpin sepanjang 8,23 km
  • Seksi IV Rumpin‑Serpong sepanjang 10,56 km

Dody menegaskan bahwa pembangunan tol akan dilakukan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku. Hal ini mencakup aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, serta pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Ia berharap keberadaan Tol Serpong‑Bogor via Parung dapat mendorong tumbuhnya pusat‑pusat ekonomi baru, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya. Infrastruktur konektivitas ini juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui pengurangan biaya logistik, percepatan distribusi barang dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.

Dengan demikian, proyek tol ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah Jabodetabek, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan.

Tol Serpong-BogorKementerian Pekerjaan UmumKPBUJabodetabekPT Bogor Serpong Infra SelarasInfrastruktur transportasiKonektivitas

Komentar

Memuat komentar...