Trans Borneo: Indonesia, Malaysia, Filipina Jaringan Listrik

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Trans Borneo: Indonesia, Malaysia, Filipina Jaringan Listrik

Gambar atau konten salah?

JakartaMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa Filipina akan bergabung dalam proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan bilateral yang berlangsung di sela‑sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Filipina.

Bahlil menjelaskan bahwa Indonesia dan Malaysia sudah memulai pembangunan jaringan kelistrikan bersama. “Kita juga melakukan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi, khususnya di kawasan ASEAN menyangkut dengan power grid. Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina,” ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11 Mei 2026).

Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, menegaskan pentingnya proyek ini dalam pidatonya di KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP‑EAGA). KTT ke‑48 ASEAN di Cebu, Filipina, menjadi platform bagi Prabowo untuk mendorong kelancaran Trans Borneo Power Grid. Ia menekankan bahwa distribusi energi di Kalimantan, yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, harus lebih efisien.

Prabowo menyoroti kebutuhan pendanaan, keahlian teknis, dan kemitraan yang lebih erat. “Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita,” kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (8 Mei 2026).

Ia juga menekankan potensi energi terbarukan di kawasan tersebut. Potensi tenaga air, surya, dan angin masih belum dimanfaatkan secara optimal. “Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” ujarnya.

Dengan dukungan teknis dan finansial yang kuat, Trans Borneo Power Grid diharapkan dapat memperkuat jaringan listrik di wilayah Kalimantan dan memperluas akses energi ke Filipina. Proyek ini juga menjadi bagian penting dalam upaya transisi energi regional, menyesuaikan diri dengan kebutuhan subregional dan tujuan ASEAN untuk energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Trans Borneo Power GridASEANFilipinaKalimantanEnergi terbarukanPendanaanBIMP-EAGA

Komentar

Memuat komentar...