Pertamina, BP, Shell Serentak Turunkan Harga BBM per 1 Juli
Gambar atau konten salah?
Mulai 1 Juli 2026, sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM) mengumumkan perubahan harga jual. Namun, tidak semua jenis BBM mengalami penurunan. Beberapa justru tetap bertahan di angka yang sama.
Di SPBU milik Pertamina, penyesuaian hanya terjadi pada tiga produk. Pertamax Turbo (RON 98) turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter. Pertamina Dex (CN 53) turun dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter. Sementara Dexlite (CN 51) turun dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter.
Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 (RON 95) tidak bergerak. Keduanya masih mengacu pada perubahan terakhir yang berlaku sejak 10 Juni lalu. Pertamax tetap di Rp16.250 per liter, Pertamax Green 95 di Rp17.000 per liter. Begitu pula dengan BBM bersubsidi. Pertalite masih Rp10.000 per liter, dan Solar Subsidi (Biosolar) tetap Rp6.800 per liter.
SPBU BP juga ikut menyesuaikan harga per 1 Juli 2026. Produk BP Ultimate Diesel turun cukup tajam, dari Rp25.060 per liter menjadi Rp21.340 per liter. Sementara BP 92 dan BP Ultimate tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Shell. Hanya satu produk yang berubah: Shell V-Power Diesel turun dari Rp24.490 per liter menjadi Rp21.340 per liter. Shell saat ini hanya menjual BBM jenis solar di Indonesia. Jenis BBM lainnya belum tersedia di jaringan mereka.
Berikut daftar lengkap harga BBM di berbagai SPBU per 1 Juli 2026, khusus untuk wilayah DKI Jakarta:
SPBU Pertamina:
- Pertamax: Rp16.250 per liter
- Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
- Dexlite: Rp19.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
SPBU BP:
- BP 92: Rp16.670 per liter
- BP Ultimate: Rp17.240 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp21.340 per liter
SPBU Shell:
- Shell V-Power Diesel: Rp21.340 per liter
SPBU VIVO:
- VIVO Revvo 92: Rp16.670 per liter
- VIVO Revvo 95: Rp17.240 per liter
- VIVO Diesel Primus: Rp21.340 per liter
Penurunan harga ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak global. Namun, tidak semua produk ikut turun. BBM non-subsidi dengan oktan lebih rendah seperti Pertamax dan BP 92 justru tidak tersentuh. Sementara BBM bersubsidi, yang harganya diatur pemerintah, juga tetap stabil. Pola ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga lebih banyak menyasar produk dengan nilai oktan tinggi atau jenis diesel, sementara segmen pasar yang lebih luas belum merasakan dampaknya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Masih Dikaji
Kemendag Jajaki Ekspor Telur ke Singapura
PU Bangun 15,7 Km Tanggul Antisipasi Banjir Rob Jakarta
Presiden Prabowo Resmi Luncurkan B50, Harga Tetap Rp6.800
Harga Bawang Putih Tembus Rp100 Ribu di 269 Daerah
Bappenas: Kerugian Iklim Capai Rp544 Triliun Per Tahun
Berita Terbaru
Pertamina, BP, Shell Serentak Turunkan Harga BBM per 1 Juli
BRIN Pastikan Cahaya Biru Misterius di Langit Jawa Adalah Meteor
Sungai Cikereteg Hitam, Warga Karawang Terdampak
18 Anak Kobra Ditemukan di Rumah Warga Demak
Hanya Dua Siswa Baru, Guru Patungan Demi Sekolah Tetap Buka
Tarif Listrik Juli 2026 Dipastikan Tidak Naik
Barton Pimpin Semifinal, Kena 'Prestianni Law'
MBR Omega Juara FFNS 2026 Fall
Cerita Orang Tua di Hari Pertama MPLS SD
Proyek Tanggul Raksasa Pantura Masih Dikaji
