Trump Ancam Serang Pembangkit Iran Jika Hormuz Ditutup
Gambar atau konten salah?
On 22 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak segera membuka kembali Selat Hormuz.
Trump memberi ultimatum 48 jam agar Iran memastikan jalur itu kembali aman dan bisa dilalui kapal komersial tanpa ancaman. Jika tidak, AS disebut siap memulai serangan, dimulai dari pembangkit listrik terbesar Iran.
“Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz, kami akan menghancurkan pembangkit listrik mereka,” kata Trump, dikutip dari Reuters.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur paling strategis di dunia karena sekitar 20 % pasokan minyak dan gas global melewati kawasan ini. Gangguan di jalur tersebut langsung memicu lonjakan harga energi global dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Pihak Iran sendiri memperingatkan bahwa mereka akan membalas dengan menargetkan infrastruktur milik AS dan sekutunya di kawasan jika serangan benar-benar dilakukan.
Ketegangan mulai meningkat setelah rangkaian serangan dan balasan terjadi di berbagai lokasi, termasuk serangan rudal Iran ke fasilitas energi di kawasan Teluk serta serangan balasan ke target di Iran.
Pernyataan keras Trump ini mengejutkan sebagian pihak karena sebelumnya ia sempat memberi sinyal ingin mengurangi intensitas perang. Namun eskalasi terbaru menunjukkan konflik masih sangat tidak stabil dan berisiko meluas, dengan dampak yang tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga ke pasar energi dan ekonomi global.
Situasi ini menegaskan betapa pentingnya Selat Hormuz bagi perdagangan energi dunia dan bagaimana keputusan politik dapat mempengaruhi harga energi serta ketahanan ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz