Trump: China Akan Beli Minyak AS, Mulai Ke Texas di 2026

Arif S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Trump: China Akan Beli Minyak AS, Mulai Ke Texas di 2026

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa China akan meningkatkan pembelian minyak dari AS setelah pertemuan dengan Presiden China, Xi Jinping, di Beijing. Trump menyatakan, “Mereka telah setuju ingin membeli minyak dari Amerika Serikat, mereka akan pergi ke Texas, kita akan mulai mengirim kapal-kapal Tiongkok ke Texas, Louisiana, dan Alaska.”

Wawancara tersebut diambil pada Jumat, 15 Mei 2026. Trump menilai pertemuan itu sangat positif dan menambahkan, “fantastic trade deals” telah tercapai. Meski demikian, belum ada perjanjian resmi yang diumumkan.

Menurut Gedung Putih, Xi menunjukkan ketertarikan untuk mengurangi ketergantungan China pada jalur Selat Hormuz, yang kini rawan akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menekankan bahwa pembicaraan juga mencakup potensi pasokan minyak dari Alaska.

China telah lama mengurangi impor minyak AS setelah perang dagang dan tarif tinggi. Pada Mei 2025, China menghentikan impor minyak AS karena tarif 20% yang diberlakukan selama konflik dagang. Sejak saat itu, tidak ada lagi aliran minyak AS ke China.

Perang Iran tetap menjadi latar belakang utama diskusi energi. Kedua pemimpin sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka agar pasokan minyak dunia tidak terganggu. Mereka menekankan pentingnya menjaga arus energi global.

Perjalanan Trump ke China menandai kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat ke negara tersebut dalam hampir sembilan tahun. Diperkirakan, kedua pemimpin akan minum teh dan makan siang bersama sebelum pejabat AS kembali ke Washington.

Perbincangan ini menyoroti dinamika hubungan energi antara dua negara terbesar di dunia. Meskipun China telah menurunkan impor minyak AS, pertemuan ini membuka kemungkinan baru bagi aliran energi, terutama di tengah ketidakpastian pasar minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

TrumpXi Jinpingminyak ASChinaSelat HormuzAlaskaTexas

Komentar

Memuat komentar...