Trump Datang ke Beijing Bersama CEO, Gelar Negosiasi Dagang

Rudi H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Trump Datang ke Beijing Bersama CEO, Gelar Negosiasi Dagang

Gambar atau konten salah?

Trump tiba di Beijing pada Rabu, 13 Mei 2026 bersama rombongan pengusaha besar dari AS. Rombongan tersebut mencakup bos perusahaan teknologi seperti Nvidia yang dipimpin oleh Jensen Huang dan bos mobil listrik Elon Musk dari Tesla.

Di bandara, pejabat tinggi China menyambutnya dengan meriah. Formasi pengawal kehormatan militer terorganisir rapi, sementara puluhan mahasiswa China melambaikan bendera AS dan China di depan pesawat Air Force One.

Trump berusaha meraih beberapa kemenangan ekonomi dalam kunjungan ini, karena ia ingin mempertahankan gencatan senjata perdagangan yang saat ini cukup rapuh. Ia berharap dapat menegosiasikan perjanjian yang menguntungkan bagi kedua negara.

Para CEO yang mendampingi Trump sebagian besar berasal dari perusahaan yang berupaya menyelesaikan masalah bisnis dengan China. Contohnya, Nvidia mengalami kesulitan mendapatkan izin regulasi untuk menjual chip kecerdasan buatan canggih H200 di sana.

Trump meminta Huang untuk bergabung dalam perjalanannya ke China pada detik-detik jelang keberangkatan. Huang terlihat naik Air Force One selama pemberhentian pengisian bahan bakar di Alaska dalam perjalanan menuju Beijing.

"Saya akan meminta Presiden Xi, seorang Pemimpin yang luar biasa, untuk 'membuka' China sehingga orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Guo Jiakun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, mengatakan Beijing siap untuk memperluas kerja sama, mengelola perbedaan, serta membangun lebih banyak stabilitas dan kepastian ke dalam dunia yang bergejolak.

Peristiwa ini menandai kunjungan Presiden AS ke China yang jarang terjadi dalam hampir satu dekade. Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya hubungan ekonomi dan diplomatik antara kedua negara, serta tantangan regulasi yang masih harus diatasi oleh perusahaan teknologi global.

TrumpBeijingNvidiaElon MuskChinaregulasihubungan ekonomi

Komentar

Memuat komentar...