Trump Gelontorkan Rp53,8 Triliun untuk Investasi Mineral Kritis
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan investasi senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 53,8 triliun untuk proyek mineral kritis dan baterai listrik. Langkah ini diambil untuk memperkuat produksi dalam negeri, keamanan nasional, dan kebijakan industri Amerika.
"Kita sedang merebut kembali tempat Amerika yang seharusnya sebagai negara adidaya mineral dunia," ujar Trump dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu, 09 Agustus 2026.
Trump merinci sejumlah pendanaan untuk proyek mineral dan baterai. Salah satu yang terbesar adalah pinjaman bersyarat senilai US$ 1,4 miliar dari Office of Strategic Capital (OSC), bagian dari Departemen Pertahanan AS, kepada Sila Nanotechnologies. Perusahaan ini memproduksi komponen baterai lithium-ion.
OSC juga memberikan pinjaman bersyarat sebesar US$ 400 juta kepada Sunrise Energy Metals, perusahaan penambang skandium. Selain itu, Niron Magnetics, pengembang magnet, mendapat pinjaman bersyarat senilai US$ 150 juta.
Bank Ekspor-Impor AS turut serta dengan meminjamkan US$ 58 juta kepada tiga perusahaan: Westwater Resources, Global Advanced Metals, dan 5E Advanced Materials. Informasi ini sebelumnya dilaporkan oleh Reuters pada hari Jumat.
"Mineral kritis adalah bahan baku kekuatan Amerika yang menggerakkan segala sesuatu mulai dari persenjataan canggih hingga mobil. Kami ingin produk-produk penting ini ditambang, dimurnikan, dan diproduksi di sini, di AS," kata Trump.
Gedung Putih membutuhkan mineral kritis untuk mengisi kembali persediaan senjata yang menipis selama konflik Iran. Langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan AS pada rantai pasokan dari Tiongkok. Pasukan AS telah menghabiskan sejumlah besar rudal berpemandu presisi dan pencegat pertahanan udara selama perang Iran yang berlangsung lima bulan terakhir.
Investasi ini menunjukkan bagaimana kebutuhan militer dan industri saling terkait. Pasokan senjata yang terkuras akibat konflik mendorong pemerintah AS untuk memperkuat produksi mineral dalam negeri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada negara lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Naik Tipis Rp 4.000 per Gram
Pegadaian Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang In-House Counsel Awards 2026
Kemendag Gandeng Barantin untuk Dongkrak Ekspor
BGN Aktifkan 980 Dapur Gizi di 16 Provinsi, Waspada Calo
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
