Trump Sebut Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump', Dipertanyakan

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Trump Sebut Selat Hormuz Jadi 'Selat Trump', Dipertanyakan

Gambar atau konten salah?

Di forum Future Investment Initiative yang digelar di Miami, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengangkat nama Selat Hormuz dengan cara yang tidak biasa. Pada 27 Maret 2026, ia menyebutnya “Selat Trump” saat membahas konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Trump menyinggung penutupan Selat Hormuz akibat perang yang sudah memasuki bulan kedua. Ia juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan militer Iran selama pertempuran tersebut. Dalam pidatonya, ia meminta Iran untuk membuka “Selat Trump”.

“Iran harus membuka Selat Trump - maksud saya, Selat Hormuz,” kata Trump, yang mendapat tawa dari hadirin. Ia kemudian menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang pernah dibuat.

“Maafkan saya. Saya sangat menyesal. Kesalahan yang sangat buruk,” tutur Trump. Ia menegaskan tidak pernah mengalami kecelakaan selama perang berlangsung.

“Berita palsu akan mengatakan, 'Dia tidak sengaja mengatakan' - Tidak, tidak ada kecelakaan dengan saya, tidak terlalu banyak. Jika ada, kita akan punya berita besar,” tambahnya.

Selama pidato, Trump membuka kemungkinan untuk mengelola Selat Hormuz bersama Iran sebagai solusi penyelesaian perang. Ia mengajak Iran bernegosiasi dan memohon agar Amerika Serikat mencapai kesepakatan damai.

Namun, Iran menolak untuk terlibat dalam negosiasi tersebut. Sementara itu, laporan menyebut bahwa Trump mempertimbangkan untuk mengambil alih Selat Hormuz dan mengganti sebutannya menjadi “Selat Amerika”.

Keinginan mengganti nama tidak baru bagi Trump. Ia pernah mencoba mengganti nama Teluk Meksiko. Pada bulan Oktober lalu, ia juga menggelitik tentang mengganti nama John F. Kennedy Center for the Performing Arts di Washington.

Dalam unggahan resmi pada platform sosial, ia memuji bangunan tersebut dan menyebut bagian luar gedung sebagai “tiang-tiang Trump Kennedy yang baru, ups, maksud saya, Kennedy Center.”

Berita kemudian mengabarkan bahwa pada bulan Desember, dewan pengurus Kennedy Center memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Trump‑Kennedy Center. Keputusan tersebut diumumkan oleh Gedung Putih.

Keputusan Trump untuk menamai ulang landmark dan wilayah strategis menambah kontroversi di tengah ketegangan internasional. Sementara beberapa pihak melihatnya sebagai upaya politik, lainnya menganggapnya sebagai langkah simbolis yang tidak berdampak pada dinamika geopolitik. Seiring konflik dengan Iran berlanjut, nama-nama baru ini tetap menjadi topik perbincangan di kalangan analis kebijakan luar negeri.

Selat HormuzDonald TrumpFuture Investment InitiativeKonflik IranNama Selat TrumpPerubahan Nama LandmarkGeopolitik

Komentar

Memuat komentar...