Turki Menangkap 13% Pasar Pariwisata Rusia, Fokus Keamanan
Gambar atau konten salah?
Turki meraih keuntungan di tengah ketegangan di Timur Tengah. Turis asal Rusia, yang sebelumnya merencanakan liburan ke negara-negara Teluk, membatalkan perjalanan tersebut dan mengalihkan rencana mereka ke Turki.
Menurut Asosiasi Operator Tur Rusia (ATOR), selain Turki, wisatawan Rusia juga memilih pelesiran ke Mesir dan Thailand. Dari ketiga destinasi ini, Turki menjadi pilihan utama.
Perubahan ini dipicu oleh kekhawatiran keamanan. Banyak pengunjung Rusia merasa takut akan keselamatan mereka di wilayah Timur Tengah, sementara arus perjalanan regional sedang terganggu.
ATOR menegaskan bahwa pembatalan wisata ke negara-negara Teluk terjadi khususnya pada bulan Maret dan April. Hampir semua keberangkatan di bulan Maret telah dibatalkan, sementara wisatawan terus menunda atau membatalkan perjalanan yang dijadwalkan pada bulan-bulan berikutnya. Permintaan perjalanan ke Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Oman, dan Arab Saudi menurun secara signifikan.
"Alih-alih menunggu pengembalian dana, banyak wisatawan memilih untuk mengganti destinasi," kata ATOR, seperti dikutip dari Turkiye Today pada Jumat (27 Maret 2026). Banyak wisatawan memilih mengganti tujuan daripada menunggu proses pengembalian.
ATOR mengarahkan klien untuk memesan ulang, namun proses penggantian biaya melambat karena tingginya permintaan. Sekitar 15% dari perjalanan yang dibatalkan telah dipesan ulang, dan persentasenya masih terus meningkat. Beberapa perusahaan memperkirakan akan mengalihkan sebanyak 70‑80% dari pemesanan yang terpengaruh.
Maskapai penerbangan sebagian besar mengeluarkan pengembalian dana tanpa masalah, sementara kebijakan hotel bervariasi. Beberapa hotel mengembalikan uang muka, sementara yang lain menyimpan sebagian uang sebagai biaya yang dikeluarkan, yang dikurangkan selama pembatalan.
Otoritas Rusia telah mengizinkan operator tur menggunakan dana pertanggungjawaban pribadi untuk menangani lonjakan pembatalan, meskipun perusahaan menerapkannya secara berbeda tergantung pada risiko dan mitra mereka, tambah ATOR.
Turki tetap menjadi pilihan utama bagi pengunjung Rusia, menyumbang 13% dari semua kedatangan asing pada tahun 2025 dengan 6,9 juta wisatawan. Dalam dua bulan pertama tahun 2026, warga Rusia berada di peringkat kedua setelah warga Iran, dengan 392.000 kedatangan.
Perpindahan destinasi ini menyoroti kekhawatiran keamanan dan respons operasional, memberi keuntungan bagi Turki dalam hal pariwisata, sementara operator tur menavigasi proses pengembalian dana dan pemesanan ulang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
