Unhas Naik ke Peringkat 861 QS Rankings 2027 di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Unhas kembali mencatatkan peningkatan peringkat di QS World University Rankings 2027. Universitas Hasanuddin masuk ke dalam kelompok peringkat 851‑900, yang berarti berada di posisi 861 di dunia. Peningkatan ini menandai pergerakan lebih dari seratus satu peringkat dari posisi sebelumnya.
Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menyambut capaian tersebut dengan antusias. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika dan mitra yang telah berkontribusi. “Pencapaian ini membuktikan konsistensi Unhas dalam meningkatkan standar akademik, kualitas riset, inovasi, dan kolaborasi internasional menuju universitas kelas dunia. Kenaikan 111 peringkat ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen universitas yang selama ini terus berupaya menghadirkan kinerja terbaik di berbagai bidang,” ujar Prof JJ dalam keterangannya, 18 Juni 2026.
Menurut Prof JJ, QS World University Rankings merupakan instrumen evaluasi yang komprehensif karena melibatkan berbagai indikator. Ia menilai bahwa pencapaian ini tidak hanya merepresentasikan keberhasilan pada satu aspek tertentu, tetapi menunjukkan kemajuan institusi secara menyeluruh. “QS WUR melibatkan banyak indikator yang saling terkait. Karena itu, peningkatan yang dicapai Unhas saat ini merupakan refleksi dari kolaborasi seluruh unsur universitas, mulai dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, hingga para mitra strategis yang terus mendukung pengembangan institusi,” kata Prof JJ.
Prof JJ berharap bahwa hasil ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas institusi dan proses tata kelola pendidikan tinggi yang diselenggarakan Unhas. Ia menekankan bahwa ke depan, Unhas akan terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset dan publikasi, serta menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun global. “Ke depan, Unhas akan terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset dan publikasi, serta menghasilkan lulusan yang mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional maupun global,” jelas Prof. JJ.
Perubahan posisi Unhas dari jajaran 951‑1.000, di mana sebelumnya berada di peringkat 972, menegaskan posisi institusi sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Peningkatan ini juga memperkuat reputasi Unhas di kancah internasional, di mana ia secara konsisten menempati jajaran universitas berkelas dunia.
Metodologi QS World University Ranking mengukur reputasi perguruan tinggi melalui lima perspektif yang terbagi dalam sepuluh indikator. Masing-masing indikator memiliki bobot spesifik:
- Riset dan Inovasi Keilmuan (Research and Discovery): 50%
- Reputasi Akademik (Academic Reputation): 30%
- Sitasi per Dosen (Citation per Faculty): 20%
- Daya Saing dan Keberhasilan Lulusan (Employability and Outcomes): 20%
- Reputasi di mata pengguna lulusan (Employer Reputation): 15%
- Capaian karir dan keberhasilan lulusan (Employment Outcomes): 5%
- Mutu Pengalaman Belajar (Learning Experience): 10%
- Rasio dosen terhadap mahasiswa (Faculty Student Ratio): 10%
- Keterlibatan Global (Global Engagement): 15%
- Rasio dosen internasional (International Faculty Ratio): 5%
- Jejaring riset internasional (International Research Network): 5%
- Keberagaman mahasiswa internasional (International Student Diversity): 0%
- Rasio mahasiswa internasional (International Student Ratio): 5%
- Keberlanjutan (Sustainability): 5%
Unhas menunjukkan kenaikan skor pada seluruh indikator, kecuali Sitasi per Dosen yang tetap pada skor 1.7 dari tahun sebelumnya. Indikator yang paling signifikan mengalami peningkatan adalah Rasio Dosen Internasional, yang naik dari skor 11.9 pada 2026 menjadi 37 pada 2027, sebuah kenaikan sebesar 25.1 poin.
Rohani Ambo Rappe, Direktur Peningkatan Reputasi Unhas, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang didukung oleh penguatan tata kelola akademik dan peningkatan kinerja institusi secara berkelanjutan. Menurut Rohani, secara aktual berbagai aspek tata kelola tri dharma perguruan tinggi di Unhas telah memenuhi banyak standar yang menjadi indikator pemeringkatan global. Tantangan utama adalah memastikan seluruh capaian terdokumentasi, terukur, dan tersaji secara sistematis sesuai metodologi lembaga pemeringkatan internasional.
Ia menambahkan, “Kami secara serius melakukan kompilasi data, verifikasi capaian, serta membangun komunikasi yang intensif dengan berbagai pemangku kepentingan agar seluruh prestasi dan kinerja institusi dapat tersaji secara sistematis, akurat, dan sesuai dengan instrumen penilaian yang digunakan oleh QS.” Upaya tersebut, kata dia, akan terus disempurnakan melalui penguatan internal. Dibutuhkan kesadaran bersama tentang perlunya menyajikan data yang relevan, kuat, dan bermakna.
Dalam beberapa tahun terakhir, Unhas menunjukkan tren peningkatan yang konsisten di berbagai pemeringkatan internasional. Selain penguatan pada pemeringkatan institusi secara keseluruhan, sejumlah bidang ilmu di Unhas juga berhasil memperoleh pengakuan global melalui berbagai skema pemeringkatan internasional. Sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di kawasan timur Indonesia, Unhas terus menjalankan transformasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Unhas untuk mewujudkan visi sebagai pusat unggulan dalam pengembangan insan, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia yang berdaya saing global.
Kesimpulannya, pergerakan peringkat Unhas ke posisi 861 di dunia menegaskan bahwa universitas tersebut telah berhasil meningkatkan kualitas akademik, riset, dan kolaborasi internasional. Peningkatan skor pada indikator global, khususnya Rasio Dosen Internasional, menunjukkan upaya intensif Unhas dalam memperluas jejaring internasional. Dengan dukungan semua elemen universitas, Unhas berpotensi terus menempati posisi teratas di kancah pendidikan tinggi Indonesia dan dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Renungan: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Memahami Kasih Tuhan
Doa Rosario Hari Kamis 18 Juni 2026: Panduan Peristiwa Terang
Gempa M6,7 Palu 16 Juni: Satu Jiwa Mati, 1.254 Rumah Rusak
18 Juni: Ujaran Kebencian, Sushi, Gastronomi Berkelanjutan
18 Juni 2026: 3 Muharram 1448 H di antara Dzulhijjah 1447 H
Puasa Asyura: Niat, Tata Cara, Tingkatan Lengkap 10 Muharram
Berita Terbaru
Unhas Naik ke Peringkat 861 QS Rankings 2027 di Indonesia
Kapal Tongkang Batubara Karam di Sukaresik, Risiko Pencemaran
Roti Bakar, Buah Magnesium dan Nasi Liwet Bakar Viral
Chery Luncurkan Robot AiMOGA Mornine Berbasis AI ChatGPT
Banjir Jakarta Mengakibatkan 12 Korban Jiwa
Kecil Tapi Konsisten: Cara Menurunkan Risiko Jantung Harian
Harga Emas Palembang Turun Rp30.000 per Gram pada 18 Juni
11 Kepala Desa Jombang Kunjungi IKN, Biaya dari Kas Paguyuban
3 Resep Nasi Goreng Praktis, Variasi Rasa, Mudah Dibuat