Unitree Masuk Pasar Indonesia lewat Kerja Sama Halo Robotics
Gambar atau konten salah?
Unitree, produsen robot asal China, resmi memasuki pasar Indonesia melalui kerja sama distribusi dengan Halo Robotics (PT Halo Indah Permai). Melalui kolaborasi ini, lini robot berkaki empat (quadruped) dan humanoid Unitree mulai dipasarkan di Indonesia. Layanan yang disiapkan mencakup garansi, pelatihan operasional, hingga purna jual.
Unitree didirikan pada 01 Januari 2016 di Hangzhou. Perusahaan ini telah mengirim lebih dari 50.000 unit robot quadruped secara global dan menguasai sekitar 70% pasar di segmen tersebut. Pada 01 Januari 2025, Unitree juga mencatat pengiriman lebih dari 5.500 unit robot humanoid dalam setahun.
Managing Director Halo Robotics Johannes Soekidi menilai Indonesia menjadi pasar potensial untuk teknologi robot industri, terutama di sektor yang memiliki risiko tinggi. “Teknologi robot ground sudah memasuki tahap komersialisasi nyata di tingkat global. Indonesia, dengan sektor industri yang sangat besar di pertambangan, minyak dan gas, pertanian perkebunan, serta manufacturing, memiliki kebutuhan langsung terhadap robot yang mampu beroperasi di lingkungan berbahaya dan sulit dijangkau,” ujar Johannes.
Ia menambahkan, “Dalam banyak kasus, return on investment yang signifikan dapat tercapai, seiring dengan peningkatan nyata dalam efisiensi operasional dan keselamatan kerja.”
Johannes juga menyebut penggunaan robot akan makin luas seiring kebutuhan efisiensi di berbagai sektor industri.
“Ini adalah titik balik penting dalam transformasi industri dan Industry 4.0 di Indonesia, dan kami yakin bahwa robot Unitree akan diimplementasikan secara luas di seluruh sektor industri utama, dengan dukungan lokal penuh dan layanan purna jual dari Halo Robotics.”
Dari sisi Unitree, Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar besar di Asia Tenggara. “Kami yakin Indonesia akan menjadi salah satu dari 10 pasar terbesar Unitree secara global dalam beberapa tahun ke depan,” kata Global Sales Director Unitree Irving Chen.
Chen menambahkan, “Indonesia merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kami juga melihat perusahaan-perusahaan di Indonesia cukup cepat mengadopsi teknologi baru, serta menghadapi tantangan besar dalam logistik, keselamatan, dan biaya yang bisa diatasi dengan teknologi robotika dan AI.”
Ia juga menekankan pentingnya mitra lokal untuk mempercepat penetrasi pasar. “Dalam pengalaman kami, kemitraan penjualan lokal sangat penting untuk membuka pasar dengan cepat. Halo Robotics merupakan pemain yang sudah terbukti di bidang drone dan robotika, memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan pelanggan di berbagai industri utama di Indonesia, serta jaringan distribusi yang luas untuk mendukung pertumbuhan penjualan produk Unitree di berbagai wilayah.”
Secara produk, Unitree membawa beberapa lini robot. Untuk quadruped, terdapat model seperti Go2, As2, dan A2 yang dirancang untuk kebutuhan industri, mulai dari inspeksi, patroli, hingga pemantauan fasilitas. Sementara robot humanoid mencakup G1, H2, dan R1 yang digunakan untuk riset, otomasi industri, hingga interaksi dengan manusia. Beberapa model sudah dilengkapi kemampuan pemrosesan AI langsung di perangkat tanpa koneksi internet.
Dengan kehadiran Unitree di Indonesia, sektor industri yang beroperasi di lingkungan berbahaya kini memiliki akses ke teknologi robot yang dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi. Kerja sama ini menandai langkah awal bagi Indonesia dalam mengadopsi solusi robotika yang mendukung transformasi digital dan Industry 4.0, memperkuat posisi negara sebagai pemain utama di kawasan Asia Tenggara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz