US-Iran Siapkan Gencatan Senjata 60 Hari, Buka Selat Hormuz

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
US-Iran Siapkan Gencatan Senjata 60 Hari, Buka Selat Hormuz

Gambar atau konten salah?

Di tengah ketegangan yang berlangsung di Timur Tengah, AS dan Iran sedang menyiapkan kesepakatan baru yang akan memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali Selat Hormuz.

Menurut laporan Middle East Monitor, pada 25 Mei 2026 media AS Axios pertama kali mengungkapkan informasi tersebut. Mereka mengutip seorang pejabat AS yang mengetahui draf kesepakatan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua pemerintah.

Pejabat AS tersebut menegaskan bahwa draf masih belum final dan proses penandatanganan dapat gagal kapan saja. Ia juga menekankan bahwa kesepakatan masih menunggu persetujuan akhir dari Donald Trump dan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Pada 24 Mei 2026, The New York Times melaporkan bahwa persetujuan tersebut masih menunggu keputusan kedua pemimpin. Proses persetujuan diperkirakan memakan waktu beberapa hari.

Kesepakatan yang sedang dibahas akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup oleh Iran sejak akhir Februari. Dalam draf nota kesepahaman, Iran akan membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan mengizinkan kapal-kapal melintas tanpa pungutan tol.

Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan memberikan pengecualian sanksi terbatas. Kebijakan ini memungkinkan Teheran kembali menjual minyak secara bebas selama periode 60 hari.

Seorang pejabat AS menggambarkan pengaturan tersebut sebagai "bantuan berdasarkan kinerja". Ia menegaskan bahwa bantuan ekonomi baru akan diberikan setelah langkah konkret dijalankan dan tidak disalurkan di awal.

Draf kesepakatan juga mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Selain itu, Iran akan menegosiasikan penghentian pengayaan uranium serta pemindahan stok uranium yang diperkaya tinggi.

Menurut Axios, pembahasan mengenai pelonggaran sanksi yang lebih luas maupun pencairan dana Iran akan dilakukan selama masa gencatan senjata. Namun, kebijakan tersebut baru diterapkan jika kesepakatan akhir berhasil diverifikasi.

Selama masa perpanjangan gencatan senjata, pasukan AS yang berada di kawasan tetap akan ditempatkan di lokasi saat ini. Penarikan pasukan hanya akan dilakukan apabila kesepakatan final tercapai.

Kesepakatan tersebut juga terkait dengan upaya mengakhiri perang antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon. Seorang pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan Israel tetap diizinkan bertindak apabila Hezbollah kembali mempersenjatai diri atau melanjutkan serangan.

Upaya diplomatik ini mendapat dukungan dari sejumlah negara Arab dan Muslim, termasuk Arab Saudi, Qatar, Mesir, Turki, Pakistan, dan Uni Emirat Arab. Pakistan disebut memainkan peran penting dalam proses mediasi tersebut.

Kesepakatan ini menandai langkah berpotensi signifikan dalam menurunkan ketegangan di wilayah tersebut, meski masih menunggu konfirmasi akhir dari kedua pemimpin. Jika berhasil, perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan Selat Hormuz dapat membuka jalur bagi pemulihan ekonomi Iran dan menstabilkan perdagangan minyak global.

gencatan senjataSelat Hormuzsanksi Iranpengayaan uraniumIsrael-Hezbollahmediasi Pakistanperdagangan minyak global

Komentar

Memuat komentar...