Usai Jabat Presiden, Prabowo Jadi Duta Kopi
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya sudah diminta menjadi duta produk atau brand ambassador untuk industri kopi Indonesia. Permintaan itu datang untuk masa setelah ia tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ia menyampaikan hal ini dalam pidato di hadapan para pemimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Prabowo, peran sebagai brand ambassador ini penting agar pasokan kopi tetap berjalan. "Minum kopi sebentar ya. Saya sudah diminta kalau turun jadi presiden menjadi brand ambassador untuk industri kopi Indonesia. Biar dapat suplai kopi terus-menerus," ujarnya.
Ini bukan pertama kalinya Prabowo menyela pidatonya untuk minum kopi. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyebut hasil riset tentang manfaat minum kopi. "Ternyata minum kopi itu berdasarkan research itu memperpanjang umur. Menurut research itu kurang lebih 17% perpanjangan itu 17 sampai 20%. Wah, yang punya perusahaan kopi senang semua," kata Prabowo.
Pernyataan ini disampaikan di hadapan pengusaha yang tergabung dalam Kadin. Prabowo tampak santai saat menyampaikan pidato, sesekali menyelingi dengan minum kopi. Ia menekankan bahwa industri kopi Indonesia perlu didukung, termasuk dengan keterlibatan tokoh nasional setelah masa jabatannya berakhir.
Kopi memang menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia. Dengan adanya figur publik yang menjadi duta, diharapkan industri ini semakin dikenal luas. Prabowo sendiri tampak antusias menanggapi tawaran tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
