USGS Temukan Cadangan Litium 2,3 Juta Ton di Appalachian

Maya K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
USGS Temukan Cadangan Litium 2,3 Juta Ton di Appalachian

Gambar atau konten salah?

US Geological Survey (USGS) baru saja mengungkapkan bahwa Pegunungan Appalachian di Amerika Serikat mungkin menyimpan 2,3 juta metrik ton litium yang belum ditemukan sebelumnya. Temuan ini menandai potensi besar bagi industri energi dan teknologi di negara tersebut.

Menurut perhitungan New York Post, nilai dari cadangan tersebut dapat mencapai USD 65 miliar atau setara Rp 1.150 triliun. Litium di kawasan ini terutama terletak di Carolina, Maine, dan New Hampshire.

Jika jumlah 2,3 juta metrik ton terbukti akurat, cadangan ini akan cukup untuk menutupi kebutuhan impor litium selama 328 tahun berdasarkan tingkat impor pada 01 Januari 2025.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah Appalachian menyimpan cukup litium untuk membantu memenuhi kebutuhan negara yang terus meningkat, sebuah kontribusi besar bagi ketahanan mineral AS, di saat permintaan litium global sedang melonjak tajam,” ujar Direktur USGS, Ned Mamula.

Data dari Mineral Commodity Summaries 2026 menegaskan bahwa Australia masih menjadi produsen litium terkemuka di dunia, menyumbang hampir sepertiga dari total pasokan global. China berada di posisi kedua, dengan tingkat pemurnian dan konsumsi yang terus meningkat seiring adopsi teknologi baterai, termasuk kendaraan listrik.

USGS memperkirakan bahwa cadangan litium di Appalachian dapat memberi daya pada 1,6 juta baterai skala jaringan, 130 juta kendaraan listrik, 180 miliar laptop, dan 500 miliar ponsel. Proyeksi ini penting mengingat kapasitas produksi litium diperkirakan akan berlipat ganda pada 01 Januari 2029 akibat permintaan yang terus meningkat.

Ilmuwan USGS menggunakan peta geologi, sejarah tektonik, pengambilan sampel geokimia, survei geofisika, dan catatan keterdapatan mineral untuk menilai kandungan litium. Setelah simulasi, mereka menilai 2,3 juta metrik ton dengan interval kepercayaan 50%, menunjukkan kemungkinan tingkat yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Meski jumlah akhir mungkin lebih rendah dari perkiraan, temuan ini tetap signifikan bagi industri pertambangan domestik dan teknologi baterai litium ion. “Amerika Serikat adalah produsen litium dominan di dunia tiga dekade lalu dan penelitian ini menyoroti potensi yang melimpah untuk merebut kembali kemandirian mineral kita,” pungkas Mamula.

Dengan cadangan ini, negara dapat mengurangi ketergantungan pada impor litium, mendukung produksi kendaraan listrik, dan memperkuat posisi strategisnya di pasar energi bersih. Potensi ini menandai langkah penting menuju kemandirian mineral dan peningkatan kapasitas produksi domestik.

Pegunungan AppalachianLitiumUSGSKebutuhan imporKemandirian mineralProduksi kendaraan listrikBaterai litium ionPasokan global

Komentar

Memuat komentar...