Vietnam Turunkan Harga BBM lewat Penghapusan Pajak Konsumen
Gambar atau konten salah?
Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di banyak negara akibat krisis minyak global, Vietnam justru menurunkan harga retail bahan bakarnya. Pada 27 Maret 2026, harga bensin dan solar di Vietnam mengalami penurunan, menurut laporan media lokal Dantri dan Baonghean.
Perubahan ini disebabkan oleh keputusan Perdana Menteri yang meringankan tiga jenis pajak atas bahan bakar. Keputusan Perdana Menteri Nomor 482/QD-TTg menetapkan bahwa mulai pukul 00:00 tanggal 27 Maret 2026 hingga 15 April 2026, pajak perlindungan lingkungan, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak konsumsi khusus atas bensin, solar, dan bahan bakar penerbangan akan dibebaskan.
Dalam periode tersebut, tarif pajak perlindungan lingkungan atas bensin (tidak termasuk etanol), solar, dan bahan bakar penerbangan diatur menjadi nol. Bahan bakar juga tidak perlu mendaftar dan membayar PPN. Pajak cukai untuk semua jenis bensin ditetapkan 0 persen. “Pengurangan ketiga pajak tersebut secara bersamaan hingga nol merupakan intervensi khusus dari Pemerintah, yang mencerminkan parahnya tekanan harga energi global terhadap perekonomian domestik,” demikian dikutip Baonghean.
Revisi harga terbaru menunjukkan penurunan signifikan. Harga bensin E5 RON 92 turun sebesar VND 4.750 (Rp 3.052) menjadi VND 23.320 (sekitar Rp 14.984) per liter. Sementara RON 95 turun sebesar VND 5.620 (Rp 3.611) menjadi VND 24.330 (sekitar Rp 15.633) per liter. Harga solar turun VND 2.450 (Rp 1.574) per liter menjadi VND 35.440 (sekitar Rp 22.772) per liter.
Langkah ini menandai penurunan harga bensin untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Sejak awal tahun, harga bensin RON 95 di Vietnam telah naik 10 kali, turun tujuh kali, dan tetap tidak berubah dua kali. Awal bulan ini, pemerintah Vietnam juga menurunkan bea impor bahan bakar menjadi 0 persen hingga akhir April. Langkah ini diperkirakan akan mengurangi pendapatan anggaran negara lebih dari 1 triliun VND (Rp 650 miliaran).
Penurunan harga BBM ini merupakan respons langsung terhadap tekanan global, memberi pengurangan biaya bagi konsumen domestik sekaligus menimbulkan dampak fiskal bagi negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
