Visa Pelajar AS Tangguh 2025‑2026, Dampak Mahasiswa Indonesia

Wati N. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 123 dibaca
Bisik.id
Visa Pelajar AS Tangguh 2025‑2026, Dampak Mahasiswa Indonesia

Gambar atau konten salah?

Pada pertengahan 2025, kebijakan pemerintah Amerika Serikat menangguhkan sementara pengajuan visa pertukaran pelajar dan pengunjung. Visa yang terpengaruh adalah visa F, M, atau J, yang biasanya digunakan oleh mahasiswa internasional dan peserta program pertukaran. Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa Indonesia yang berencana melanjutkan studi di Amerika Serikat.

Peter Haymond, Kuasa Usaha Ad Interim di Misi AS untuk Indonesia, menjelaskan bahwa pengetatan visa tersebut bertujuan memastikan keamanan negara dan memverifikasi siapa yang berhak masuk. Ia menegaskan, “Untuk prosedur visa AS, telah ada beberapa peningkatan, terutama untuk menjamin keamanan Amerika Serikat, untuk memastikan orang yang tepat (siapa yang bisa pergi),” ia katakan di acara Alumni United States of America yang diselenggarakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu 11 April 2026.

Haymond menambahkan bahwa kebijakan pengetatan visa berlaku pada tahun akademik 2025-2026. Ia menyebutkan bahwa pelajar yang membutuhkan visa telah diwawancarai dan mungkin sudah berada di AS. Meskipun demikian, jumlah visa yang dikeluarkan lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berpendapat, “Kami mengeluarkan lebih banyak visa daripada sebelumnya (dan) kami berharap dapat menerbitkan lebih banyak visa di masa mendatang (bagi) mahasiswa Indonesia yang diterima di Amerika Serikat,” paparnya.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, turut menegaskan kerja sama erat antara Kedutaan Besar AS dan Kementerian. Ia berkata, “Kedutaan Besar AS telah menjalani hubungan kerja sama yang erat dengan Kementerian.” Selanjutnya, ia menambahkan, “Kementerian juga bekerja sangat erat dengan kedutaan dan telah mendapatkan bantuan yang sangat besar dari kedutaan dalam hal visa untuk mahasiswa kami,” ujar Stella melengkapi Haymond.

Dengan dukungan kedua lembaga, kedutaan berharap dapat meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang dapat belajar di Amerika Serikat. Kerja sama ini diharapkan memperlancar proses visa dan membuka peluang lebih banyak bagi mahasiswa Indonesia. Kebijakan ini menunjukkan komitmen AS untuk menjaga keamanan sekaligus memfasilitasi pertukaran pendidikan internasional. Di tengah dinamika global, langkah ini menandai upaya kedua negara untuk tetap menjalin hubungan akademis yang produktif.

visapelajarAmerika Serikatkebijakankeamananpertukaran pendidikanmahasiswa Indonesia

Komentar

Memuat komentar...