Waisak 2026: Puncak Perayaan di Borobudur 31 Mei Tegak
Gambar atau konten salah?
Waisak 2026 akan segera tiba, menandai momen penting bagi umat Buddha di Indonesia. Pada hari ini, para penganut agama Buddha berkumpul untuk beribadah, sementara masyarakat umum dapat memanfaatkan waktu tersebut sebagai hari libur. Waisak diperingati untuk mengenang tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya sang Buddha.
Perayaan nasional puncaknya akan diadakan di Candi Borobudur, Magelang pada 31 Mei 2026, tepat pada pukul 15.44.44 WIB. Sebelum itu, beberapa kegiatan persiapan telah direncanakan, mulai dari karya bakti hingga bakti sosial pengobatan gratis.
Libur Waisak 2026 jatuh pada akhir pekan, Minggu, 31 Mei 2026, dan hanya berlangsung satu hari tanpa adanya cuti bersama. Namun, jika libur ini berdekatan dengan Hari Lahir Pancasila, maka jadwalnya menjadi:
- Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
- Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE)
- Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
Dengan demikian, bagi yang dapat mengambil libur pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, mereka dapat menikmati libur Waisak selama tiga hari berturut‑turut.
Berikut rangkaian kegiatan Waisak 2026 yang telah disusun:
- 3 Mei: Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan seluruh Indonesia
- 23‑24 Mei: Bakti sosial pengobatan gratis
- 29 Mei: Pengambilan Api Dharma
- 30 Mei: Pengambilan Air Berkah
- 31 Mei: Puncak acara perayaan Tri Suci Waisak
Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha, Supriyadi, mengeluarkan surat edaran sebagai pedoman rangkaian kegiatan internalisasi Dharma, yaitu Vesakha Sananda 2570 B.E.. Surat tersebut menekankan pentingnya penguatan pengamalan nilai‑nilai Dharma dalam kehidupan umat.
"Melalui rangkaian kegiatan ini, kami berharap umat Buddha tidak hanya merayakan Waisak secara seremonial, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai‑nilai Dharma dalam kehidupan sehari‑hari serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan kerukunan," ujarnya, Jumat (29 Mei 2026).
Menurut laman resmi Kementerian Agama, Waisak 2570 BE/2026 kali ini mengusung tema Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan dengan subtema Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia. Tema ini tidak hanya dimaknai sebagai pesan spiritual semata, melainkan juga sebagai pengingat bagi umat Buddha untuk menjadikan ajaran Dharma sebagai pedoman dalam kehidupan sehari‑hari. Subtema menekankan pentingnya cinta kasih sebagai fondasi utama agar tercipta kedamaian, baik dalam lingkup sosial maupun negara.
Dengan jadwal, libur, dan rangkaian kegiatan yang telah dirancang, Waisak 2026 diharapkan menjadi ajang refleksi spiritual sekaligus mendorong nilai-nilai sosial yang positif bagi seluruh masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
