Waktu Akhir Puasa Syawal 2026: Kemenag vs Muhammadiyah
Gambar atau konten salah?
Puasa Syawal di tahun 1447 H, yang jatuh pada 2026, menjadi perhatian bagi umat Islam. Salah satu amalan yang dianjurkan pada bulan ini adalah menjalankan puasa sunnah sebanyak enam hari. Umat dapat melakukannya secara berurutan atau tidak berurutan, namun penting mengetahui batas waktunya agar tidak terlewat dan tetap memperoleh keutamaan.
Perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal antara Kemenag dan Muhammadiyah menjadi hal yang harus dipahami. Kemenag menggunakan kalender Hijriah Indonesia, sementara Muhammadiyah memakai Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Keduanya menyatakan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026, namun perbedaan kecil pada akhir bulan dapat mempengaruhi kapan puasa berakhir.
Menurut hasil sidang isbat yang digelar di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat pada Kamis (19 Maret 2026), 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada 21 Maret 2026. Kalender Kemenag dan KHGT Muhammadiyah sama-sama menetapkan bulan Syawal berlangsung selama 29 hari. Dengan demikian, batas pelaksanaan puasa Syawal berbeda bagi yang mengikuti ketentuan pemerintah dan yang mengikuti ketentuan Muhammadiyah.
Berikut ini batas akhir puasa Syawal 2026:
- Batas puasa Syawal berdasarkan Kalender Kemenag: Sabtu, 18 April 2026
- Batas puasa Syawal berdasarkan KHGT Muhammadiyah: Jumat, 17 April 2026
Setelah mengetahui batas waktunya, umat dapat mempersiapkan niat puasa. Niat berfungsi sebagai pengingat niat dan tujuan puasa. Niat dapat dibaca pada malam hari sebelum tidur, atau pada pagi hari sebelum makan siang, asalkan belum makan dan minum.
Niat Puasa Syawal Berurutan
Umat yang ingin menunaikan puasa Syawal secara berurutan selama enam hari dapat membaca niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adai sittatin min syawwal lillahi ta'ala.
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta'ala.”
Niat Puasa Syawal Tidak Dilakukan Berurutan
Bagi muslim yang berpuasa secara terpisah atau tidak berurutan, lafal niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat Puasa Syawal Dibaca Pagi Hari
Puasa Syawal tidak hanya dapat dilafalkan pada malam hari. Umat dapat melafalkan niat puasa Syawal secara mendadak pada hari itu juga asalkan belum makan dan minum hingga siang hari. Berikut adalah bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للّهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an adaa'i sunnatis Syawwaal lillaahi ta'ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Dengan memahami batas waktu dan membaca niat dengan benar, umat dapat menjalankan puasa Syawal dengan lancar. Mengetahui perbedaan kalender Kemenag dan Muhammadiyah membantu menghindari kebingungan dan memastikan puasa dilakukan pada waktu yang tepat.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi semua yang ingin melaksanakan puasa Syawal 2026. Detikers!
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gempa 4,8 M di Manokwari, Papua Barat, Dirasakan MMI II‑III
Mortir Perang Dunia II Ditemukan di Jayapura, Papua, Risiko
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Berita Terbaru
Busan: Tujuh Tempat Wisata Wajib bagi Para Turis 2026
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
