Waspada Buaya Muara di Kali Jagir, Warga Dilarang Memancing

Eko P. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Waspada Buaya Muara di Kali Jagir, Warga Dilarang Memancing

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai Kali Jagir. Imbauan ini dikeluarkan setelah beberapa kali muncul buaya muara di lokasi tersebut. Warga dilarang memancing atau mandi di sungai. Papan peringatan bertuliskan waspada buaya sudah dipasang di area tersebut.

Arif Sunandar, Ketua Tim Kerja Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, mengatakan pemasangan papan imbauan dilakukan pada 7 Juni 2026. Petugas juga menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan peringatan secara langsung kepada masyarakat. "Teman-teman (petugas BPBD) kemarin ya sempat mengimbau masyarakat pakai toa atau megaphone supaya tidak beraktivitas mancing, mandi di sungai. Termasuk kami koordinasi dengan satpamnya Jasa Tirta (di Pintu Air Jagir) untuk bantu supaya kalau ada orang apa beraktivitas di situ supaya dihalau," ujar Arif saat dihubungi pada Senin, 13 Juli 2026.

BPBD juga sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menangani kemunculan buaya muara ini. Menurut BKSDA, sungai tersebut memang merupakan ekosistem alami buaya muara. "Kita koordinasi juga sama teman-teman BKSDA. Menurut beliau memang ini ekosistemnya (buaya muara)," tuturnya.

Petugas tidak melakukan penangkapan terhadap buaya tersebut. Sebagai gantinya, mereka mengajak masyarakat untuk lebih waspada. Warga diminta segera melapor jika melihat atau menemukan buaya. "Sehingga kami imbau tidak memancing. Kadang kan orang mancingnya biasanya agak turun itu (ke dekat sungai). Nah, itu kalau pas air laut enggak pasang memang bisa ke situ. Tapi kalau sudah airnya pasang biasanya badukan itu enggak kelihatan," imbaunya.

Sebelumnya, video kemunculan seekor buaya di Kali Jagir viral di media sosial. Lokasi tepatnya berada di dekat Pintu Air Jagir, Kecamatan Wonokromo. Dalam video yang beredar, buaya terlihat bergerak pada siang hari. Tidak jauh dari lokasi kemunculan, terlihat seorang pemancing sedang duduk di tepi sungai.

Ukuran buaya dalam video tersebut cukup besar. Namun, hewan itu hanya muncul beberapa saat sebelum kembali menyelam ke dalam air. "Enten bajul nisore jenengan. Niku bajul guede kok, lho mblayu (Ada buaya di bawah kamu. Itu buayanya sangat besar, loh lari)," ujar perekam video viral yang dilihat pada Senin, 13 Juli 2026.

Arif Sunandar membenarkan adanya kemunculan buaya di Kali Jagir. Ia mengatakan BPBD telah menerima dua laporan dari lokasi yang sama. Laporan pertama datang pada 7 Juni 2026. "Ada dua kali (laporan). Yang pertama itu pelapornya kebetulan dari kelurahan melaporkan ke kami. Kami langsung datang ke lokasi, ternyata benar. Terus ada laporan lagi, yang lapor warga di situ," kata Arif.

Berdasarkan pengecekan BPBD Surabaya, buaya yang muncul diduga merupakan buaya muara dengan panjang sekitar 1,5 hingga 2 meter. Menurut Arif, kemunculan buaya di dekat Pintu Air Jagir merupakan fenomena baru. "Jenisnya buaya muara. Panjangnya kira-kira 1,5-2 meter. Nah, selama ini juga belum pernah ada kemunculan, baru-baru ini aja di situ. Terakhir itu kan di bawahnya Jembatan Nginden itu, di sana sudah kami pasang papan imbauan (waspada buaya), ternyata sekarang geser ke Pintu Air Jagir," tuturnya.

Lokasi kemunculan buaya berada sekitar 100 meter dari Pintu Air Jagir ke arah timur atau menuju muara. Pihak BPBD terus memantau situasi dan mengingatkan warga untuk tidak mendekati sungai.

Kemunculan buaya muara di perkotaan seperti Surabaya sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Beberapa tahun terakhir, hewan ini beberapa kali terlihat di sungai-sungai besar yang bermuara ke laut. Kali Jagir sendiri merupakan salah satu sungai utama di Surabaya yang langsung terhubung ke Selat Madura. Ekosistem sungai yang masih alami di beberapa bagian memungkinkan buaya muara untuk bertahan hidup dan bergerak mencari makan. Meskipun demikian, kemunculan di dekat pemukiman dan area publik seperti Pintu Air Jagir tetap memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat dan pemerintah.

buaya muaraKali JagirSurabayaBPBDimbauanpapan peringatanwaspada

Komentar

Memuat komentar...