Pemuda Malang Ciptakan Pemetaan Sound Horeg
Gambar atau konten salah?
Seorang pemuda asal Kelurahan Sukun, Kota Malang, bernama Andi Surya (24) membuat sebuah platform digital yang bisa memetakan lokasi acara sound horeg. Namanya Soundhoreg Early Warning System (EWS). Lewat platform ini, masyarakat bisa melihat di mana saja sound horeg digelar dan seberapa jauh dampak suaranya.
Tujuan utama dari layanan ini adalah memberi peringatan dini. Terutama bagi mereka yang terganggu dengan suara bising dari sound horeg. Bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga risiko gangguan pendengaran akibat paparan suara dengan intensitas tinggi.
Platform ini bisa diakses di alamat soundhoreg-ews.pages.dev. Andi menjelaskan, ada dua fitur utama di dalamnya. Pertama, menampilkan jadwal dan lokasi acara sound horeg lengkap dengan estimasi jarak serta radius bahaya. Radius itu dihitung berdasarkan asumsi tingkat kebisingan antara 100 hingga 135 desibel.
Informasi tersebut kemudian ditampilkan dalam bentuk peta. Jadi pengguna bisa langsung melihat area mana saja yang berpotensi terdampak suara keras dari acara sound horeg.
Fitur kedua disebut 'Cek Posisi Kita'. Fungsinya sederhana: pengguna bisa mengecek apakah lokasi mereka saat ini berada di dalam radius paparan kebisingan dari suatu acara. Kalau ternyata iya, masyarakat bisa segera mengambil langkah antisipasi.
"Layanan ini bisa menjadi warning bagi teman-teman, terutama yang tidak nyaman dengan sound horeg," kata Andi saat dikonfirmasi pada Senin, 13 Juli 2026.
Andi mengaku ide membuat aplikasi navigasi berbasis peta GPS ini muncul karena ia sendiri merasa kurang nyaman dengan gelaran sound horeg. Ia lalu berpikir, bagaimana caranya bisa tahu lokasi sound horeg dan seberapa besar dampak suaranya.
"Awal saya kumpulkan agenda sound horeg di media sosial. Kemudian saya masukan ke sistem database, secara otomatis platform akan memetakan lokasi sound horeg berada," jelasnya.
Inovasi Andi ini mulai ramai dibicarakan warganet setelah ia mengunggahnya di akun media sosial pribadinya. Banyak yang menilai platform ini sederhana tapi benar-benar berguna. Terutama karena bisa memberikan informasi tentang lokasi sound horeg dan perkiraan jangkauan suaranya.
"Sudah ada puluhan ribu mengunjungi website saya itu. Rencananya nanti akan kembangkan menjadi aplikasi," pungkasnya.
Platform ini lahir dari keresahan pribadi terhadap kebisingan. Andi tidak punya latar belakang sebagai ahli kebisingan atau pengembang aplikasi profesional. Ia hanya memanfaatkan data dari media sosial dan mengolahnya menjadi peta interaktif. Respons positif dari ribuan pengunjung menunjukkan bahwa kebutuhan akan informasi semacam ini cukup besar di masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
