Wayang Wong Sanggar Suko Budoyo Rayakan 40 Tahun Nikah
Gambar atau konten salah?
Di sebuah gang kecil di pedukuhan Lemahdadi Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, malam itu dipenuhi suara riuh dan lampu-lampu sederhana. Pada Sabtu 28 Maret 2026 pukul 21.00, sebuah pertunjukan Wayang Wong menampilkan lakon Gathutkaca Krama yang memukau penonton.
Kelompok Sanggar Suko Budoyo, yang berasal dari daerah yang sama, mengatur acara ini. Mereka menampilkan 50 penari dan 20 pengrawit yang tampil di panggung sederhana namun penuh semangat. Meskipun sebagian besar anggota kelompok ini belajar seni peran, tari, dan musik secara otodidak, mereka tetap menunjukkan keahlian yang mengesankan.
Lakon yang dipentaskan disutradarai oleh Pak Darmadi dan penata musik gamelannya, Arsa Rintoko. Cerita Gathutkaca Krama mengisahkan seorang kesatria bernama Raden Gathutkaca, yang berjuang melintasi rintangan dalam kisah cintanya dengan Pregiwa. Persaingan sengit antara Negara Hastinapura dan Jongparang menambah ketegangan, namun akhirnya Gathutkaca berhasil menikahi Pregiwa.
Acara ini juga menjadi momen peringatan 40 tahun pernikahan Pak Kawit Biwal dan Bu Suparmi. Pak Kawit, yang juga menjabat sebagai Ketua RT02 Lemahdadi Bangunjiwo, telah lama berusaha menjaga tradisi wayang wong agar tetap hidup di pedukuhan. “Semoga pernikahan Pak Kawit dan Bu Suparmi menjadi teladan bagi warga sekitar dan tetap langgeng,” kata Pak Edi Sud, Dukuh Lemahdadi, sambil menambahkan harapan bahwa tradisi ini terus dipelihara.
Penonton terdiri dari Ketua RT, Bamuskal, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para ketua RT lainnya. Mereka menyimak cerita hingga akhir, terkesan dengan produksi mandiri yang menjadi alternatif hiburan lokal. Meski sederhana, pertunjukan ini berhasil mencuri perhatian dan menunjukkan potensi seni tradisi pedukuhan.
Wayang Wong dari Sanggar Suko Budoyo tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol upaya pelestarian budaya. Dengan terus mengadakan pentas ketika ada kesempatan, mereka berharap seni wayang Wong tetap lestari dan menjadi warisan bagi generasi berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Liburan Sekolah? Coba Wisata ke Kota Tua Jakarta
Museum Nasional: Liburan Edukatif dengan Tiket Rp30 Ribu
Kisah Pembuatan Perahu Kayu Tradisional Desa Kemujan Penuh
Kebun Raya Cibodas: Edukasi Alam & Tiket Transparan
Keluarga Nikmati Patung Murugan di Batu Caves dan Ritual
Warung Moerni 78: Tradisi Bistik Sapi dan Es Teler Durian
Berita Terbaru
Peninjauan Lalu Lintas Bandara Husein Sastranegara
Plt Bupati Pati Pilih Fokus Kerja, Tak Balas Tudingan Fitnah
Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Berhenti, Sepi Penumpang
Penyakit Gusi Parah Terkait Penurunan Fungsi Ginjal
Daftar Mie Instan Terbaik Dunia 2026, Indomie Nomor 2
Infinix AI Glasses: Terjemahkan 169 Bahasa, Cuma Rp 2 Juta
Prabowo-Modi Sepakati Transaksi QRIS Indonesia-India
