Keluarga Nikmati Patung Murugan di Batu Caves dan Ritual

Sigit W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Keluarga Nikmati Patung Murugan di Batu Caves dan Ritual

Gambar atau konten salah?

Selangor, Malaysia, menyimpan banyak tempat wisata yang unik dan menarik. Salah satu destinasi yang paling dikenal di wilayah ini adalah Batu Caves. Kami memutuskan untuk mengunjungi tempat ini bersama keluarga, berharap bisa merasakan suasana religius yang kental sekaligus menikmati pemandangan alam yang menakjubkan.

Perjalanan dimulai dari hotel kami yang terletak di Jalan Alor, Bukit Bintang, Kuala Lumpur. Pada pagi hari, kami memesan kendaraan online dan menempuh sekitar 30 menit untuk sampai di Batu Caves. Jalanan masih cukup macet karena banyak orang yang berangkat ke kantor dan sekolah. Di tengah perjalanan, kami melewati beberapa kuil Hindu yang menampilkan patung-patung dewa yang menarik perhatian.

Sesampainya di tujuan, pemandangan pertama yang kami temui adalah tebing batu kapur yang menjulang tinggi. Di atas tebing tersebut, patung Dewa Murugan berwarna emas menonjol sebagai ikon utama. Di sekitarnya, dua kuil Hindu lainnya menambah nuansa spiritual. Aroma dupa yang khas mengisi udara, sementara burung dan monyet liar berkeliaran bebas, menambah keunikan suasana.

Di kuil pertama, aroma dupa dan diya—lampu minyak tradisional umat Hindu—menghiasi ruang. Patung Dewi Mahakali yang sangat besar menonjol di tengah kuil, disertai patung Dewa Ganesha dan dewa-dewa lainnya. Karena kami juga menyukai film-film India, beberapa informasi tentang dewa-dewa tersebut sudah cukup familiar bagi kami.

Kuil kedua terlihat lebih ramai, dipenuhi umat Hindu yang sedang beribadah. Di sini, kami menemukan patung Dewa Siwa, Dewa Ganesha, Dewa Brahma, Dewa Indra, dan dewa-dewi lainnya. Kuil ini memiliki dua lantai, menambah kedalaman pengalaman spiritual bagi pengunjung.

Saat berada di kuil kedua, kami menyaksikan sebuah ritual adat Hindu. Keluarga membawa bayi, menggendongnya sambil mengelilingi kuil dan memanjat tangga bersama. Ritual ini dikenal sebagai Nishkramana Samskara, sebuah upacara yang memperkenalkan anak kepada dunia luar sekaligus memohon berkah dan keselamatan.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki 272 anak tangga berwarna-warni yang menjadi ikon Batu Caves. Di sepanjang tangga, monyet-monyet liar berkeliaran, beberapa sedang makan buah, sementara yang lain duduk santai. Kami berhenti beberapa kali untuk berfoto, menikmati pemandangan tebing tinggi dan burung-burung yang beterbangan di atas kepala.

Perjalanan menanjak terasa melelahkan, namun semangat kami tetap tinggi. Di atas tangga, kami dapat melihat bangunan-bangunan kecil yang indah serta patung-patung dewa di sisi tangga. Ketika akhirnya kami sampai di dalam gua, keajaiban tak terhitung muncul. Banyak kelelawar beterbangan di langit-langit gua, sementara suara lonceng dari area kuil menambah suasana sakral. Umat Hindu berdoa dan beribadah dengan khusyuk, menciptakan atmosfer yang mendalam.

Di dalam gua, patung-patung dewa dan area ibadah masih aktif digunakan. Toko suvenir menjual gambar dan patung Dewa Ganesha, Brahma, dan dewa-dewa lainnya. Kami mengelilingi area gua sambil mendengarkan cerita sejarah umat Hindu yang ada di sana. Tempat ini benar-benar menakjubkan, memadukan keindahan alam, seni, dan tradisi keagamaan.

Walaupun masih ada tangga lagi menuju bagian paling atas, pengunjung sangat ramai. Kami memutuskan untuk berhenti di area gua saja, memanfaatkan waktu untuk menikmati pemandangan dan berfoto. Setelah puas berkeliling, kami mulai turun kembali. Menuruni tangga memerlukan kehati-hatian ekstra karena banyaknya langkah dan keramaian.

Sesampainya di bawah, pasar kecil menampakkan berbagai pedagang yang menjual oleh-oleh. Bulu merak, syal, pashmina, patung dewa, hingga foto-foto dewa umat Hindu tersedia di sana. Kami tertarik membeli pashmina yang sedang viral dengan harga MYR 50 atau sekitar Rp223 ribu. Selain itu, bulu merak menjadi pilihan karena sering terlihat dalam film-film India, menambah daya tarik bagi kami.

Tak jauh dari sana, kami menemukan kedai makanan khas India. Penjualnya sangat ramah dan memberi kesempatan mencicipi berbagai makanan seperti ladoo, samoosa, dan pani puri. Rasanya sangat enak, khususnya ladoo yang langsung mencuri perhatian kami karena sering muncul dalam film India dan identik dengan Dewa Ganesha. Kami membeli beberapa makanan untuk dinikmati kembali di hotel.

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan sambil memesan kendaraan online. Di luar Batu Caves, masih banyak kuil lain yang menarik untuk dilihat. Kami sempat melihat patung Dewa Hanoman yang tingginya tidak kalah megah dibanding patung Dewa Murugan.

Itulah perjalanan kami bersama keluarga ke Batu Caves. Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang sangat berkesan, karena kami bisa menikmati keindahan alam, budaya, dan tradisi keagamaan dalam satu destinasi wisata. Perjalanan ini memberi kami pemahaman lebih dalam tentang bagaimana kepercayaan dan kebudayaan dapat bersatu dalam satu tempat, menciptakan harmoni yang menenangkan jiwa.

Batu CavesKuil HinduPatung DewaTanggaMonyet liarSuvenirMakanan India

Komentar

Memuat komentar...